Agama

Baznas RI Tegaskan, Seleksi Pimpinan Baznas Maluku Harus Bersih Dari Unsur Caleg

AMBON,MALUKU – Salah 1 calon yang hendak maju sebagai Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), provinsi Maluku dari Kabupaten Buru Selatan atas nama Maruf Momulati, ternyata mengajukan dirinya sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hal tersebut tentunya, menyalahi aturan yang telah disepakati Baznas secara nasional dan telah disosialisasikan massif melalui media lokal maupun nasional.

Regulasi baku yang melekat dan berlaku bagi seluruh pengurus maupun anggota badan zakat seluruh Indonesia, wajib ditaati dan dipatuhi semua anggota.

Untuk itu, Baznas RI mengultimatum salah 1 bakal calon yang maju dalam seleksi pimpinan Baznas yang sedang dalam proses pengajuan diri.

Kepada INTIM NEWS, via sambungan telepon, Kepala Bagian Hukum Baznas RI, Romidi kepada INTIM NEWS, Kamis (11/05/2023), menyatakan ketegasannya.

” Sesuai mekanisme, regulasi yang berlaku, kami minta segera mengajukan permohonan mundur, agar tidak menimbulkan permasalahan bagi Baznas di esok hari,” tegasnya.

Pasalnya, bakal calon sudah mengikuti pentahapan seleksi pimpinan Baznas namun tercatat sebagai caleg dari PKS dapil Buru Selatan.

” Kami meminta pengunduran diri Maaruf yang hendak mencalonkan diri sebagai caleg dari Buru Selatan,” ungkapnya.

Sesuai dengan aturan baku, jelasnya, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen untuk tidak terlibat dalam politik praktis demi menjaga netralitas selama kontestasi Pemilu 2024.

Dijelaskan, bagi siapapun yang ingin maju menjadi anggota partai untuk ikut dalam pesta demokrasi, dihimbau untuk segera mengajukan pengunduran diri secara resmi, kepada Baznas setempat.

Lebih lanjut, tuturnya, Baznas merupakan lembaga non struktural. Status kami bersinggungan dengan pemerintah, lambang kami adalah Garuda. Untuk itu, pimpinan dan staf Baznas dilarang terlibat dalam partai politik.

” Aturannya umum, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011. Maka semua perangkat Baznas, tidak boleh terlibat politik praktis. Opsinya hanya dua, memilih menjadi staf  atau caleg,” tegasnya.

Pengunduran diri tersebut, juga harus sebelum menjadi caleg dari parpol tertentu. Artinya, ketika sudah mendaftar dan mendapatkan kartu tanda anggota, harus penyampaian secara resmi.

” Hal ini meminimalisir Baznas jangan terlibat arus politik praktis, juga menghindari penggunaan simbol dalam gerakan-gerakan politik,” jelasnya.

Dirinya menyatakan, Baznas ini kan sifatnya badan yang memberikan bantuan dan zakat. Jika digunakan untuk kepentingan politik, bisa menciderai nilai-nilai badan amal tersebut.

Sementara, Maruf Momulati ketika dihubungi via telepon menyatakan,  secara resmi saya sudah mengajukan pengunduran diri dari bursa caleg setelah meminta persetujuan keluarga karena merasa minim anggaran.

” Surat pengunduran diri secara resmi juga sudah saya sampaikan kepada pimpinan Baznas Maluku, jadi saya pikir tidak ada persolan,” pungkasnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top