Uncategorized

Pemda Malra Gelontorkan Dana Hibah Puluhan Miliar Bangun Sarana Ibadah

MALRA,MALUKU – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) yang dipimpin Bupati Muhamad Thaher Hanubun dan telah menggelontorkan dana hingga puluhan miliar rupiah, untuk seluruh sarana pembangunan rumah ibadah di bumi berjuluk Larwul Ngabal tersebut. Peruntukan dana hibah keagamaan selama periode 2019-2023 mampu mendorong percepatan pembangunan dan beberapa diantaranya telah di resmikan.

Hal ini di sampaikan Bupati M Thaher Hanubun saat menghadiri pemasangan Atap gedung Gereja Katedral Santa Perawan Maria Hati Tak Bernoda Langgur, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dana hibah Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Tahap II kepada Panitia Pembangunan dilanjutkan dengan Peninjauan Pembangunan Gereja Katedral SPMHTB Langgur yang berlangsung di Gereja Katedral SPMHTB Langgur  Sabtu, (11/03/ 2023).

Turut Hadir Ketua DPRD Provinsi Maluku, Pimpinan Forkopimda, Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Pimpinan OPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Biarawan/Biarawati, Camat Kei Kecil, Orang Kay dan Perangkat Ohoi Langgur serta warga Langgur.

“Sejak bertugas bersama Wakil Bupati pada Oktober 2018 hingga 2022 kemarin, sudah ada gereja dan masjid yang diresmikan.Hal itu tidak terlepas dari adanya bantuan dana hibah sarana ibadah yang dikucurkan Pemda Malra, dengan dukungan penuh dari lembaga DPRD Malra, telah mengalokasikan puluhan miliar bagi pembangunan rumah ibadah serta kegiatan keagamaan di daerah ini,”ujar Thaher.

Beberapa sarana ibadah yang telah diresmikan yakni Gereja Katolik Sathean, Gereja GPM Elaar Lamagoran, Gereja Katolik Ohoijang, Masjid Dunwahan, Gereja Katolik Disuk, Gereja Katolik Ngefuit Atas, Gereja GPM Ngefuit dan Gereja Katolik Ngilngof.

Selain itu, Thaher menambahkan, Pemda telah menganggarkan hibah 2023 kepada beberapa panitia pembangunan rumah ibadat. Dengan alokasi dana tersebut, ditargetkan pembangunan segera rampung dan diresmikan dalam tahun ini.

Rumah-rumah ibadat dimaksud yakni Gereja Katolik Langgur, Masjid Muhajirin Pemda, Gereja GPM Ohoiseb, Masjid Dian Pulau, Gereja Katolik Wain, Gereja GPM Weduar Fer, Gereja Katolik Evu dan Gereja Katolik Namar.

Menurut Bupati, kucuran dana hibah pemerintah sejauh ini sudah membantu mengatasi persoalan pengelolaan kegiatan keagamaan. Namun demikian, Ia menyebut, pemanfaatan anggaran tersebut juga terkadang tidak berjalan sesuai harapan. Bupati mengklaim, kondisi tersebut lantaran pihak panitia tidak mampu melaksanakan pekerjaan secara optimal.

“Dari hasil evaluasi, diketemukan masih ada pekerjaan pembangunan sarana ibadah yang tidak dilaksanakan secara baik. Padahal sudah mendapatkan bantuan hibah dari Pemerintah daerah.
Hal ini harus menjadi perhatian panitia dan tokoh agama, sehingga melalui rapat koordinasi hari ini, diharapkan progres pekerjaan lebih dipercepat. Dana yang ada, saya harap maksimalkan dengan baik,”pinta Thaher.

Thaher menekankan, upaya percepatan pekerjaan semata-mata agar rumah ibadat segera rampung, dan diresmikan, sehingga dapat dimanfaatkan. Ia juga minta agar evaluasi dan pengawasan secara berkala untuk lebih ditingkatkan. “Tidak menutup kemungkinan, jika memang harus dilakukan audit atas pekerjaan fisik dan realisasi keuangan pada setiap pembangunan rumah-rumah ibadah,”tegasnya. (Soeat)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top