Hot News

Mahasiswa UMM Berantas Tuna Aksara di Waelomatan Telutih

PMM UMM Mengajar Anak-Anak Baca Tulis di Dusun Waelomatan, Telutih, Maluku Tengah

MALTENG,MALUKU – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), gelar program Pemberantasan Tuna Aksara untuk Anak-anak Dusun Waelomatan yang berlokasi di Desa Negeri Telutih Baru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku, Selasa (10/01/2022).
IMG-20220110-WA0110

Menurut Koordinator Program Pengabdian Masyarakat dan Mahasiswa (PMM) Muhammadiyah, Cici Arliyanti Aruhi, Dusun Waelomatan sebagai salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan).

” Kenapa saya istilahkan sebagai Daerah 3T, sebab di Dusun Waelomatan, kurang lebih 50 anak sedang menempuh pendidikan SD hingga SMA di Desa Negeri Telutih Baru dan di Desa tetangga seperti Desa Hatu. Namun, masih banyak yang buta aksara atau belum lancar baca tulis,” jelasnya kepada awak media.

IMG-20220110-WA0111

Waelomatan dipilih oleh mahasiswa UMM untuk melaksanakan Program PMM oleh Mahasiswa kelompok 75, gelombang 18, dengan Visi “Melek Aksara untuk Anak-anak Dusun Waelomatan”.

” Iya, jadi saya dan juga salah satu rekan PMM UMM Sukmawati Lapele, menyusun Program Melek Aksara terdiri dari kegiatan belajar membaca, menulis, menghitung, dan pengenalan ilmu sains.  Program ini dilaksanakan mulai tanggal 12 Desember 2021 hingga 12 Januari 2022, di Balai Pertemuan Dusun Waelomatan,” tuturnya.

Selain itu, sebutnya, pelaksanaan program anak-anak Dusun Waelomatan, dibagi menjadi 3 kelompok, yakni, kelompok A, B dan C. Kelompok A terdiri dari anak-anak yang sudah bisa membaca, kelompok B terdiri dari anak-anak yang sudah mengenal huruf namun belum bisa menyambung kata, sedangkan kelompok C terdiri dari anak-anak yang belum mengenal huruf.

IMG-20220110-WA0112

Kelompok PMM UMM, jelasnya lagi, membuat beberapa cara untuk tidak jenuh ketika belajar dengan mengadakan fun games dan ice breaking. Keterbatasan anggota serta fasilitas belajar mengajar, tidak menjadi penghalang untuk melaksanakan program pengabdian ini, agar berdampak postif kepada anak-anak Waelomatan, sehingga selalu semangat belajar dalam menempuh pendidikan setinggi-tinginya.

“ Anak-anak Waelomatan adalah bagian dari generasi bangsa Indonesia maka dari itu, mereka mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak-anak lain,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, dengan adanya kegiatan pengabdian ini, kami mahasiswa PMM UMM Gelombang 18, menyadari sangat dibutuhkan kesadaran serta peran dari generasi muda maupun pemerintah, dalam pemerataan pembangunan pendidikan yang berkualitas hingga ke pelosok Negeri. (Izmy)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top