Hot News

2 SD di Ambon Serempak Sosialisasi Vaksinasi Anak

Gambar Ilustrasi Vaksinasi Anak Sekolah Dasar

AMBON,MALUKU – Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun, resmi di gelar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 dan 74 Kayu Putih, Kecamatan Sirimau Kota Ambon Provinsi Maluku.

Sosialisasi dilangsungkan pada, Sabtu (08/01/2022), di halaman 2 sekolah tersebut. Hadir Kepala Sekolah serta Guru dan Staf, Tim Fasilitator Vaksinasi dari Puskesmas Kayu Putih dan Orang Tua Murid.

Kepada INTIM NEWS, Kepala sekolah SD Negeri 17, Sina, menyatakan, kami dari pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini, demi terwujudnya pemberlakuan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas.

Sina, S.Pd - Kepala Sekolah SDN 17 Ambon

Sina, S.Pd – Kepala Sekolah SDN 17 Ambon

Menurut Sina, pandemi covid-19 menyebabkan anak-anak murid kami melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring yang cukup lama dan itu mengakibatnya ada penurunan capaian hasil belajar pada anak.

” Oleh karena itu, kami mendukung penuh program pemerintah, agar segera terjadi pemulihan pembelajaran dengan dilaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung,” akuinya.

Harapan kami, sebutnya, semua orang tua, memahami dengan baik sosialisasi yang diberikan, sehingga, Selasa (11/01/2022) besok, orang tua dapat mendampingi anak-anak untuk di vaksinasi, sehingga ke depan proses pembelajaran tatap muka bisa berjalan.

Kesempatan yang sama, dr. Jessica Metekohy, yang kesehariannya berdinas di Puskesmas Kayu Putih selaku fasilitator sosialisasi vaksinasi, menjelaskan, jenis vaksin dan dosis yang akan diberikan kepada anak-anak.

“Jenis vaksin untuk anak 6-11 tahun yakni, vaksin sinovac atau coronavac, untuk dosisnya sama dengan dewasa yaitu 0,5 ml,” tutur Metekohy.

dr. Jessica Metekohy dan dr. Irma Siahainenia - Petugas Kesehatan di Puskesmas Kayu Putih

dr. Jessica Metekohy dan dr. Irma Siahainenia – Petugas Kesehatan di Puskesmas Kayu Putih

Teknisnya, dirinya menyebutkan, pertama dilakukan penyuntikan dengan 2 kali interval jaraknya 28 hari seperti dengan orang dewasa.

” Untuk klinisnya, yakni, menurunkan resiko penularan karena jika sudah vaksin, sudah ada kekebalan tubuh untuk menularkan ke orang lain sangat kecil,” bebernya.

Sementara itu, dr Irma Siahainenia menambahkan, orang tua wali tidak perlu khawatir untuk takut kepada efek samping vaksin, karena sebelum vaksin tetap para dokter dan petugas kesehatan melakukan screening terlebih dahulu, kepada siswa.

Dalam proses screening tersebut, sebutnya, jika memang ada kondisi khusus atau tertentu, sehingga tidak bisa di vaksin atau harus ditunda, maka kami para petugas kesehatan akan melakukan rujukan ke dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya.

” Dan apabila mereka sudah mengeluarkan rekomendasi, baru siswa dapat kembali lagi apakah bisa di vaksin atau ditunda atau juga tidak dapat dilakukan vaksinasi,” jelasnya (Vera).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top