Berita Parlemen

Di Tangan MI-Orno, Jembatan Penghubung Dipul-Tetoatt Segera Rampung

AMBON,MALUKU – Salah satu indikator kesuksesan seorang pemimpin, bisa merealisasikan serta menuntaskan proyek yang berfaedah bagi kemaslahatan masyarakat.

Sebut saja, Jembatan penghubung Dian Pulau (Dipul) -Tetoatt, kecamatan Hoat Sorbay, Maluku Tenggara (Malra), yang dibangun sejak 2015 di bawah kepemimpinan Gubernur Said Assagaff. Namun ironis, pengerjaannya mangkrak dengan alasan, kehabisan dana jadi harus diusulkan lagi ke Bappenas.

WhatsApp Image 2021-12-18 at 14.53.19

Benhur Watubun, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Maluku, kepada awak media, Sabtu (18/12/2021) menegaskan, setelah menjadi Gubernur Maluku, Murad Ismail (MI) dan Wakil Gubernur Barnabas Orno, sudah menunjukan prestasi  terhadap pembangunan di Maluku.

Salah satunya sebut Watubun, terwujudnya konektivitas antar wilayah di kecamatan Hoat Sorbay Malra, dengan dianggarkan Jembatan Dipul-Tetoatt dalam Dana Alokasi Umum (DAU) 2022, senilai Rp 9 miliar lebih.

Watubun menyatakan, lewat penyampaian Kata Akhir Fraksi (KAF) PDIP, dalam rapat paripurna Ranperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Provinsi Maluku tahun anggaran 2021, tentang penyelesaian jembatan Dipul-Tetoatt, kabupaten Malra.

” Langsung di respon Gubernur Maluku, dengan anggaran penyelesaian dari DAU 2022 sebesar Rp9 miliar lebih karena ini merupakan kebutuhan vital masyarakat penopang mobiltas dan harus menjadi perhatian Pemprov Maluku dan dinas PUPR sebagi pelaksana,” jelasnya.

Pasalnya, sebut Sekretaris DPD PDIP Maluku tersebut, selama ini masyarakat dibebankan dengan biaya penyeberangan 3 kali lipat.

” Bayangkan saja, masyarakat harus menggunakan ketinting sebagai moda penyeberangan. Baik motor, maupun dagangan warga yang akan dijajakan di ibukota kabupaten Langgur, penghasilan pedagang tradisional dengan biaya penyeberangan tidak sebanding,” bebernya dengan ungkapan kesal.

WhatsApp Image 2021-12-18 at 14.55.15(1)

Oleh sebab itu, Watubun juga tegaskan sembari berharap, kritik yang disampaikan hendaknya sesuai dengan pra kondisi yang ada, apa yang salah tentu kita kritisi, hal yang baik mari kita apresiasi tentunya berdasarkan fakta yang ada.

” PDIP berkomitmen, terus bersama-sama menyatu dengan rakyat, berjuang membela, melindungi, dan memberdayakan masyarakat dengan ikhlas,” pungkasnya.

Sekedar tahu, di tangan MI-Orno juga terealisasi beberapa proyek strategis nasional, di antaranya, Ambon New Port dan Lumbung Ikan Nasional, Pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Massela, begitu juga dengan gaji guru kontrak SMA dan SMK dan sederajat. Tak hanya disitu, pihaknya konsen memperjuangkan guru kontrak di daerah terpencil dan tertinggal.

” Jadi kita dorong agar gaji guru kontrak di daerah terpencil sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN),” akuinya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top