BANDA ELY,MALUKU – Ratusan tahun hidup dengan penerangan lampu seadanya, akhirnya Ohoi (Desa-red) Banda Ely dan sekitarnya bisa menikmati listrik dari PLN 24 jam penuh sehari, di masa pemerintahan Muhammad Thaher Hanubun (MTH) dan Petrus Beruatwarin (PB), selaku Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra).
Pasalnya, Sabtu (18/12/2021), Bupati Malra M.Thaher Hanubun bersama PT PLN (Persero), resmikan pelayanan listrik 24 jam di 4 ohoi plus 1 dusun di Kecamatan Kei Besar Utara Timur, melalui program Listrik Desa atau “Lissa” yang termasuk kategori daerah terluar Provinsi Maluku.
” Kita hadir untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, walau pun di sana-sini masih terdapat kekurangan karena ada juga yang belum menikmati listrik tetapi itu tidak mengurangi semangat kita,” kata Bupati, saat peresmian penyalaan listrik tersebut yang dipusatkan kegiatannya di Ohoi Banda Ely.
Bupati menyebutkan, Malra menjadi daerah di Indonesia yang paling banyak merealisasikan program “Lissa” masuk ke desa-desa. Menurutnya, hal itu berkat kerja sama dan sinergi Pemda bersama pihak PT PLN untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, dirinya katakan, yang dibutuhkan kini adalah dukungan masyarakat untuk melangkah bersama karena tidak mungkin Pemkab Malra jalan sendiri dalam proses pembangunan.
” Saya ingin semua masyarakat Malra menikmati listrik lebih khusus di wilayah ini, karena masyarakat selama ini sangat merindukannya, begitu pula jalan maupun telekomunikasi serta lainnya,” ujar Bupati.
Hanya yang perlu menjadi catatan, akuinya, ketika pemerintah dengan dukungan semua pemangku kebijakan, melakukan pembangunan masih ada kesulitan di Malra yang menghambat. Ia mencontohkan, seperti pemasangan tanda larangan (sasi) terhadap pekerjaan.
” Ini menjadi perhatian kita bersama karena kepentingan masyarakat banyak lebih penting dari pada kepentingan pribadi kita,” ungkapnya.
Selain itu, bebernya, kendala lainnya yakni, biaya penyambungan ke rumah-rumah warga masih terkendala anggaran. Oleh karena itu, pihak Ohoi dapat bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Ohoi (BUMO) untuk dapat membebaskan biayanya, sehingga jangan lagi masyarakat dibebankan.
” Khusus untuk rumah ibadah, baik itu Masjid atau Gereja di wilayah ini, itu menjadi tanggung jawab saya,” jelasnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Manager PT PLN (Persero) UP3 Tual Alex Manuhuwa menjelaskan, penyalaan Lissa ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian penyalaan di Kecamatan Kei Besar Utara Timur.
Sehingga, terhitung sejak Mei 2020 hingga Desember 2021 ini, sebanyak 38 ohoi di pulau Kei Besar, dengan jumlah rumah yang telah terlistriki sebanyak 2.184 unit.
” Tentunya, dalam upaya melistriki basudara (saudara) di desa-desa yang selama ini belum menikmati listrik, PLN membutuhkan dukungan dari semua pihak, dalam hal ini Pemkab dan masyarakat Malra.
Dirinya menerangkan, untuk melistriki empat Ohoi ini, PLN telah membangun infrastruktur kelistrikan, diantaranya, Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 3.34 kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 2,3 kms dan Gardu Distribusi sebanyak 3 unit.
Terkait progres, Alex sebutkan, penyambungan pelanggan sampai dengan saat ini untuk Dusun Banda Suku 80 sebanyak 48 rumah, Ohoi Banda Suku 30 sebanyak 44 rumah, Ohoi Banda Eli sebanyak 44 rumah, Ohoi Tuburlay sebanyak 54 rumah, serta Ohoi Fanwaf sebanyak 32 pelanggan sedang dalam proses penyambungan.
Dirinya menambahkan, tentunya, semua rumah pada 4 ohoi dan 1 dusun, dan juga desa-desa berikutnya sampai desa Ur, Kei Besar Utara Timur, akan dinyalakan secara bertahap setelah penyelesaian semua administrasi.
” Semoga penyalaan listrik ini dapat meningkatkan taraf hidup, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Malra, khususnya masyarakat di Kecamatan Kei Besar Utara Timur,” harapnya.
Turut hadir selain Bupati, jajaran dan pihak PLN, juga Amir Rumra, Anggota DPRD Provinsi Maluku yang juga anak negeri Banda Ely.
Sedangkan, keempat ohoi dan 1 dusun yang mulai menikmati listrik dari PT PLN tersebut antara lain, Ohoi Banda Ely Suku 30, Banda Ely, Ohoi Tuburlay, Ohoi Fanwaf dan Dusun Banda Ely Suku 80, melalui program Lissa. (soeat)
