Berita Parlemen

Masyarakat Marafenfen Aru Harus Terus Berupaya Hukum

Jantje Wenno - Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku

AMBON,MALUKU – Masyarakat adat Marafenfen kepulauan Aru, merasa dirugikan atas penyerobotan lahan adat yang dilakukan TNI Angkatan Laut (AL).

Menurut putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, memutuskan pihak TNI AL menang dalam kasus sengketa lahan dengan warga adat Desa Marafenfen.

” Masyarakat Marafenfen, sudah mengambil keputusan untuk menyelesaikan masalah lewat jalur hukum. Itu berarti harus di upayakan terus, jika di pengadilan negeri mereka kalah harus ada banding, kasasi bahkan peninjauan kembali,” tegas Jantje Wenno, Wakil Ketua Komisi I DPRD Maluku, Jumat (26/11/2021).

Pada dasarnya ungkap Wenno, dari awal proses ini banyak menimbulkan polemik karena dianggap merugikan masyarakat adat dan ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama TNI AL untuk memperhatikan masyarakat disana.

Untuk itu, sebutnya, kami juga prihatin terhadap situasi dan kondisi yang terjadi disana, namun terlepas dari semua masalah hukum, TNI AL harus lebih memberikan pendekatan dan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat, supaya masalah bisa segera diselesaikan.

” Kalau kehadiran TNI AL bisa memberikan rasa aman, bisa memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Marafenfen, saya kira perlahan masyarakat juga bisa menerima kehadiran TNI disitu, melaksanakan tugas negara,” pungkasnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top