Berita Parlemen

Banjir Ohoi Banda Suku 30 Uijaya, Amir Rumra Minta Perhatian Pemprov

AMBON,MALUKU – Banjir bandang kembali terjadi di wilayah ohoi Banda suku 30, lokasi Banda Uijaya, kecamatan Kei Besar Utara Timur, kabupaten Maluku Tenggara. Sejak tahun 1987 hingga kini, selalu terjadi banjir yang berimbas ke pemukiman warga, jika musim penghujan tiba.

Amir Rumra - Anggota DPRD Maluku menjabat Ketua Komisi I dari daerah pemilihan VI yang meliputi Kabupaten Kepulauan Aru,Maluku Tenggara dan Kota Tual

Amir Rumra – Anggota DPRD Maluku menjabat Ketua Komisi I dari daerah pemilihan VI yang meliputi Kabupaten Kepulauan Aru,Maluku Tenggara dan Kota Tual

” Kami harapkan masalah yang sudah terjadi tepat hari ini, mendapat perhatian serius baik dari pemerintah provinsi (pemprov) Maluku, maupun pemerintah kabupaten Malra,” pinta Amir Rumra, Legislator Maluku dapil VI (Aru, Tual, Malra) kepada INTIM NEWS, Rabu (17/11/2021).

Mengingat intensitas curah hujan yang tinggi, ungkapnya, di musim barat pada setiap penghujung tahun, hingga berimbas pada luapan banjir bandang di pemukiman warga sekitar.

Rumra pun meminta, kepada kepala ohoi setempat bertindak cepat, dengan segera mengumpulkan dokumentasi serta menyurati instansi terkait.

WhatsApp Image 2021-11-17 at 18.07.48

” Kami harapkan semoga kepala ohoi Banda suku 30, memberikan dokumentasi terkait dengan keadaan yang terjadi disana, kepada instansi terkait dalam hal ini BPBD Malra, begitu pula provinsi tembusannya ke Gubernur,” sebutnya, di kantor DPRD Maluku.

Ini akan menjadi catatan penting, jelasnya, untuk disampaikan ke APBD pemkab Malra, sehingga membantu meringankan beban masyarakat yang berada di sana.

Rumra menuturkan, pada tahun 2017 lalu, saya masukan anggaran untuk menjadi perhatian pemerintah provinsi, yang di akomodir kurang lebih 80 meter persegi, ternyata ukuran kalinya lebih panjang berkisar 500 meter.

Atas kejadian ini, Rumra berjanji akan menyampaikan pada pembahasan APBD 2022.

WhatsApp Image 2021-11-17 at 18.07.49

” Mudah-mudahan itu menjadi perhatian dan nantinya di pembahasan APBD 2022 ini saya mencoba menyampaikan lewat visi komisi maupun visi fraksi. Walaupun mekanisme kita dalam proses penganggaran ini kan, sistem SIPD sehingga apa yang di usulkan untuk satu tahun kemudian telah di usulkan, tapi mudah-mudahan dengan situasi yang seringkali berulang, menjadi catatan penting untuk pemerintah provinsi bisa memperhatikan,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Rumra meminta maaf karena belum maksimal membantu masyarakat setempat.

” Kami mohon maaf kepada masyarakat karena kerja kami belum maksimal dalam mengadvokasi masalah, mengingat wilayah kerja kita sangat luas meliputi Aru, Malra, dan kota Tual,” akuinya.

Legislator PKS ini menambahkan, semua kritikan dan masukan itu menjadi catatan yang sangat berharga bagi kami, guna memperbaiki kinerja kami ke depan untuk bagaimana memperhatikan masyarakat secara lebih baik.

Sementara itu, tokoh pemuda ohoi Banda, Amri Termawut yang di hubungi via sosial media menyatakan, dari tahun 1987 di setiap musim hujan pasti terjadi banjir bandang, bahkan pada tahun 2014 semua rumah terendam banjir dan mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan parah.

” Pada tahun 2017 sudah ada bantuan dari legislator Maluku, Amir Rumra melalui dana reses dan sangat membantu masyarakat. Namun di sisi lain, kami berharap, agar pemerintah daerah dan OPD terkait dapat menindaklanjuti aspirasi kami,” harapnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top