Maluku

2 Kandidat Calon Ketua DPD Hanura Kompak Tepis Isu Miring

AMBON,MALUKU – Musyawarah Luar Biasa Daerah (Musdalub) DPD Partai Hanura Maluku, untuk memilih Ketua DPD menggantikan almarhum Yasin Payapo berakhir ricuh, atas klaim 9 DPC yang menuduh prosesnya cacat prosedural.

Atas klaim sepihak dari 9 DPC yang menyatakan, 2 bakal calon yang di akomodir dalam “surat sakti” dari DPP, yakni Rony Sapulette dan Mus Mualim tidak sesuai prosedur AD/ART serta Peraturan Organisasi (PO), yakni masalah domisili definitif dan keterlibatan di salah 1 parpol.

Dalam konferensi pers yang digelar di arena Musdalub, Sabtu (06/11/2021), Rony Sapulette menegaskan, ada salah 1 DPC yang mempermasalahkan tentang domisili. KTP saya berlaku secara nasional namun saya punya surat-surat domisili dan sudah disampaikan ke panitia.

” Di dalam surat domisili, disampaikan, saya penduduk tetap kota Ambon, didasari juga dengan aktivitas keseharian sebagai pengacara. Sebagai persyaratan khusus, harus mendapat rekomendasi dari DPP dari lima kandidat balon ketua. Hanya saya dan Mus Mualim yang mendapatkan rekomendasi tersebut. Ini sebagai acuan melanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujar Sapulette.

IMG-20211107-WA0015

Lanjutnya, tahapan berikutnya mendapat dukungan minimal 30 persen suara DPC. Bukan kita mendahulukan rekomendasi DPC, namun yang bisa menilai figur punya kemampuan atau tidak itu, ada di DPP.

” Ini persyaratan khusus yang menjadi sedikit ketegangan, sehingga hasil daripada Musdalub ini dilanjutkan ke DPP,” akuinya.

Dikesempatan yang sama, Mus Mualim menekankan, sebagai kader partai taat dengan aturan yang dijalankan dan siap berproses.

” Saya pikir keputusan semua ada di DPP. Kita sebagai kader, taat dengan aturan-aturan yang nanti di jalankan dan siap kita berproses,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan yang sudah diputuskan DPP sudah inkrah, demikian juga dengan menghentikan Musdalub dan dibawa ke DPP. Jadi kita ikuti tahapan itu saja.

Ketika disinggung, mengenai tudingan sebagai Ketua Partai Ummat, Mus Mualim menyerahkan semua ke dewan kehormatan partai yang memutuskan.

” Saya belum pernah mengundurkan diri dari DPD Partai Hanura Maluku dan tidak ada satupun yang tidak saya jalankan, semua masih berjalan sah dan resmi sebagai bendahara DPD Hanura Maluku,” pungkasnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top