Ekonomi

Sandiaga Uno Ajak Wisatawan Berkunjung ke Pantai Ngurbloat di Maluku Tenggara

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menghadiri acara puncak Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku

MALRA,MALUKU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menghadiri acara puncak  Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku. Agenda tahunan berskala Nasional yang menjadi kebangaan warga di Kepulauan Kei tersebut, dipusatkan di lokasi wisata pantai Ngurbloat (Pasir Panjang) di Desa/Ohoi Ngilngof, Kecamatan Manyeuw, Kamis (28/10/2021).

Menparekraf Sandiaga kagum dengan keindahan alam dan pantai Ngurbloat. Menurutnya, dirinya baru tahu ada pasir yang sehalus bedak. Namun, kondisi ini sangat disayangkan karena tidak banyak diketahui oleh wisatawan, baik domestik maupun luar negeri.

“ Baik kita bantu untuk promosikan pantai ini, supaya dikenal lebih luas,” katanya dalam kunjungan kerja ke Desa Wisata tersebut.

Dia menegaskan, pihaknya akan melakukan promosi secara digital dan lainnya. Karena konten digital merupakan salah satu upaya promosi, khususnya dalam mengenalkan potensi desa wisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menghadiri acara puncak Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menghadiri acara puncak Festival Pesona Meti Kei (FPMK) Tahun 2021 di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Provinsi Maluku.

” Salah satu konten promosi yang efektif adalah melalui konten digital. Saya titip konten-konten yang ada dapat diperkuat dan diunggah ke sosial media,” tegasnya. Pantai Ngurbloat dinobatkan sebagai pantai pasir putih terhalus di Asia. Ngurbloat memiliki arti Pasir Panjang,” ujarnya.

Menparekraf menilai, Desa Wisata memiliki potensi yang tinggi sehingga harus dapat dimaksimalkan dengan memperkuat konten promosi desa.

” Sehingga, akan lebih banyak wisatawan yang datang dan berkunjung dan menggerakkan ekonomi serta membuka lapangan kerja. Inilah yang dapat dikembangkan untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan, melalui wisata edukasi,”bebernya.

Selain Pantai Pasir Bedak, Menparekraf juga melihat Pasar Ekraf Ngilngof yang menampilkan kuliner khas dan unik. Dia juga mencicipi pisang goreng Enbal yang terbuat dari pisang masak yang dibalut dengan tepung enbal.

Sekedar tahu, tepung enbal sendiri berasal dari singkong beracun (mengandung sianida) yang telah diproses. Pembuatan tepung tersebut dilakukan selama 1-4 hari.

” Ini juga makanan yang unik dan kita bisa bantu juga promosikan, baik pengemasan dan pemasarannya,”ungkapnya.

Usai mengelilingi Ohoi Ngilngof, Menparekraf, Bupati Malra Thaher Hanubun dan rombongan menuju ke Pantai Ngurbloat, lokasi digelarnya acara puncak FPMK Malra 2021.

Diatas panggung utama FPMK, Menparekraf menandatangani prasasti, memberikan sertifikat, plakat, souvenir dan paket internet gratis setahun. Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan kepada desa Ngilngof berupa tempat pembuangan sampah dan penerangan, berupa lampu LED dan lampu sorot di Pantai Ngurbloat.

Sekedar tahu, Desa Ngilngof adalah Desa Wisata hanya berjarak 15 KM dan dapat ditempuh selama kurang dari 20 menit dari Kota Langgur. Sementara dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta) wisatawan perlu transit dahulu di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, atau Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, sebelum akhirnya tiba di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur. (Suat)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top