Berita Parlemen

Anos Yeremias Minta Walikota Ambon Tinjau Kembali Penggunaan Barcode

Anos Yeremias _ Ketua Fraksi Golkar DPRD Maluku

AMBON,MALUKU – Kebijakan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, terkait penggunaan barcode dalam pembayaran tarif angkutan umum, dengan menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra kerjasama, dalam pengembangan penggunaan aplikasi QRIS yang dimanfaatkan pada pembayaran angkot, dinilai memberatkan masyarakat.

Walikota beralasan, di masa pandemi COVID-19, sistem ini diterapkan sangat tepat guna mencegah penularan virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Anos Yeremias, Ketua Fraksi partai Golkar provinsi Maluku, Kamis (28/10/2021) menekankan, sebagai anggota DPRD Maluku, dirinya meminta Walikota  untuk meninjau kembali kebijakan tersebut.

” Kami meminta kepada pemerintah kota Ambon, tinjau kembali kebijakan yang tidak populis kepada masyarakat,” pintanya.

Yeremias menyatakan, semestinya kebijakan pemerintah kota harus memberikan ruang untuk masyarakat berkembang, jangan sebaliknya merugikan masyarakat.

“ Tadi saya melakukan on the spot, dengan naik angkot dan berbicara langsung dengan sopir angkot maupun penumpang, rencana ini ternyata tidak disetujui oleh mereka,” ujarnya.

Jangan sampai kebijakan ini, ungkap Yeremias, karena ada permainan Pemerintah Kota  Ambon dengan bank tertentu dan bahkan juga dengan OJK, ini yang saya takutkan.

Menindaklanjuti hal ini, Yeremias menyatakan, dalam waktu dekat dirinya akan berkoordinasi dengan Ketua Komisi III DPRD Maluku, untuk segera mengundang OJK guna membahas kebijakan penggunaan Barcode saat pembayaran tarif pada angkot.

” Kita akan panggil OJK untuk masalah ini. Sebagai Ketua Fraksi Golkar, saya menilai kebijakan ini tidak populer, karena kebijakan seperti itu yang diuntungkan adalah bank tertentu yang ditunjuk ataupun OJK,” sebutnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top