Maluku

Bupati Thaher : Prioritas Bangun Rumah Ibadah, Prinsipnya Saya Juga Ingin Masuk Sorga

MALRA,MALUKU – M. Thaher Hanubun selaku Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), bersama sejumlah pimpinan OPD hadir dan terlibat langsung dalam pengecoran masjid Al Hanafi di Ohoi Dian Pulau, Kecamatan Manyeu, Kabupaten Malra. Bupati memimpin langsung aksi gotong-royong pengecoran dak lantai mesjid beserta warga setempat dibantu  personil Kodim 1503/Tual dan warga dari Ohoi tetangga baik muslim maupun non muslim, di Dian Pulau, Kamis (08/09/2021).

Bupati menegaskan,  bentuk dukungan moral dan moril dalam percepatan proses pekerjaan dan penyelesaian pembangunan sarana-sarana ibadah baik itu Masjid dan Gereja, ke depan akan terus menjadi tanggung jawab pemerintah dan bekerjasama dengan masyarakat untuk membangun sarana ibadah. Ini juga, sebutnya, untuk menghidupkan kembali budaya kebiasaan orang Kei pada zaman dahulu yang dikenal dengan “Maren” (gotong royong).

“ Bangun daerah, bangun rumah ibadah dengan hati dan jangan bertepuk dada menonjolkan kehebatan. Kita semua tentu menginginkan Maluku Tenggara maju berkembang dan masing-masing, kita akan mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan perbuatan kita di hadapan Tuhan. Karena pada prinsipnya, Saya juga ingin masuk Sorga,” ujar Bupati.

WhatsApp Image 2021-10-05 at 19.42.29

Menurut Bupati, budaya orang Kei pada zaman dahulu dikenal dengan “Maren” atau kerjasama, ini di buktikan tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain untuk mengerjakan suatu hal yang baik, perbedaan-perbedaan itu hanya aset untuk memperkaya kita dalam memandang sesuatu.

Bupati mengatakan, ketika Pemerintah bergabung bersama pemimpin umat, (Pendeta, Pastor, Imam) dan para Raja selaku pimpinan masyarakat adat harus bersatu kompak dalam segala hal, maka sudah tentu akan sangat berdampak baik bagi pembangunan dan kemaslahatan umat serta masyarakat di bumi Larvul Ngabal.

” Para pemimpin umat memiliki visi dalam pembangunan sarana ibadah yang representatif, namun terkendala dengan biaya, maka pemerintah wajib hadir untuk membantu sehingga dalam prosesnya semua dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, dalam kebijakan anggaran Pemda Malra, tidak lagi memberikan bantuan dalam bentuk proposal dengan nilai 25-50 juta. Menurutnya, dengan bantuan sekecil itu tentu hasilnya tidak maksimal. Kecuali, jika itu dibutuhkan untuk pekerjaan rehab.

IMG-20211005-WA0140

” Untuk pembangunan sarana ibadah baik gereja maupun masjid yang baru, maka Pemda menganggarkan 1-2 miliar dan ini sudah berjalan sejak tahun anggaran 2019-2020. Tinggal bagaimana peran serta masyarakat untuk bersama-sama membantu, sehingga proses pembangunan sarana-sarana ibadah diharapkan  cepat selesai,”katanya.

Bupati menjelaskan, aksi kerja maren bersama sudah sering Ia lakukan ke beberapa lokasi pembangunan rumah ibadah, baik gereja maupun masjid di wilayah itu secara bersama-sama. Hal ini sebutnya, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, sekaligus untuk membuka wawasan  masyarakat agar lebih memaknai semangat kebersamaan yakni gotong- royong (Maren), sebagai wujud  cinta kasih yang di turunkan oleh Ieluhur sebelumnya, agar satu sama Iain hidup rukun dan saling membantu.

” Saya mau tegaskan kepada kita masyarakat Kei, kemarin, hari ini dan yang akan datang bahwa kita hanya berbeda dalam keyakinan. Ketika kita melaksanakan ibadah ke Mesjid atau Gereja itu yang membedakan kita. Namun tradisi  “Maren” gotong royong harus kita lestarikan. Jika ada pekerjaan pembangunan mesjid atau Gereja maka semua harus terlibat ikut bekerja. Ini semangat kebersamaan yang harus kita bangkitkan kembali,” Bupati. (Suat)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top