JAKARTA,INTIM NEWS – Kepala Dinas PU Provinsi Maluku, Muhammad Marasabessy mengakui, pertemuan bersama Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga, dalam hal ini Kepala Sub Direktorat Jalan Daerah, membahas program kerja jalan di Maluku untuk dapat dikerjakan dan dimanfaatkan.
” Pada prinsipnya, tadi kita bertemu dengan Kepala Sub Direktorat Jalan Daerah beserta stafnya, guna mengusulkan supaya bagaimana koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Jalan Nasional, agar sama-sama menyelesaikan program kerja jalan ke depan,” ungkap Marasabessy, Selasa (06/04/2021).
Lanjutnya, pendanaan yang terbatas, menjadi latar belakang usulan ke Kementerian, karena program kerja jalan melalui Balai dengan DAK, membutuhkan waktu hingga 5 tahun pengerjaannya, sehingga kita minta supaya kalau bisa, dana untuk program kerja itu dapat dinaikkan.
” Selain itu, program kerja ke depan, kita bersama upayakan agar pelaksanaan pembangunan jalan maupun jembatan yang sudah menjadi prioritas, dapat dikerjakan untuk tembus dahulu, misalnya jalan, sekalipun belum di hotmiks kita upayakan untuk tembus, kemudian jembatan tidak perlu resmi yang penting sudah layak untuk dimanfaatkan,” jelas Marasabessy.
Lebih lanjut jelasnya, ke depan kita mintakan, sisi perencanaan jalan agar lebih bagus, kemudian level statusnya juga harus jelas.
” Respon dari Kementerian terhadap usulan baik oleh pemerintah provinsi bersama DPRD Maluku, Kementerian sangat merespon baik,” ujar Marasabessy.
Ketika disinggung daerah yang menjadi fokus prioritas jalan dan jembatan, Marasabessy menekankan, hampir semua daerah di Maluku membutuhkan jalan dan jembatan, namun Pemda lebih mengutamakan daerah-daerah yang terkebelakang, misalnya, daerah di pegunungan maupun di wilayah perbatasan. (Vera)
