Ekonomi

Ada Calo di Pasar Wosi, Harga Cabai Langsung Meroket

MANOKWARI, INTIM NEWS – Cabai rawit merupakan sebuah bahan pokok yang acap kali mengalami beberapa persoalan, termasuk kelangkaan di pasar Wosi, Kabupaten Manokwari. Akibatnya, para pedagang pun sering menaikkan harga cabai di pasar tersebut.

Mahalnya cabai, tentu tidak hanya serta merta karena kelangkaan, namun salah satu sebabnya adalah Calo atau orang yang menjadi perantara dan sering menaikkan harga cabai, sesuai kondisi di pasar tersebut.

IMG-20210315-WA0073

Dahlia, salah 1 pedagang di pasar Wosi mengaku, cabai rawit seringkali dijual dari harga tidak menentu, sebab disesuaikan dengan stok barang di pasaran.

” Kita jual beberapa waktu belakangan ini, harga cabai hanya berkisar Rp80.000 saja, namun sering kami naikkan hingga Rp100.000 perkilonya,” ujar Dahlia, Senin (15/03/2021).

Untuk harga cabai yang paling murah di pasar Wosi saat ini, bebernya, berada pada kisaran Rp50.000 dan Rp60.000 perkilonya.

” Karena sering kosong, Saya juga harus ambil dari para calo di pasar, untuk menutupi yang sedang kosong,” ungkap Dahlia.

Sebenarnya, menurut dia, jika separuh tempat yang harga masih stabil, biasanya mereka langsung jemput di petani.

” Kalau jemput di petani langsung, biasanya tidak begitu mahal. Kalau dari calo ke kita, sudah pasti harganya akan naik,” ucapnya.

IMG-20210315-WA0076

Selain itu, Wa Panda, pedagang pasar Wosi juga mengakui, kalau pasokan cabai habis, maka pihaknya sering mengambilnya di beberapa calo di dalam pasar.

“Kita ambil di mereka (calo-red) dengan harga Rp400.000 per ember. Kalau mau dibandingkan dengan yang langsung, Saya lebih pilih di para petani,” tuturnya.

Dia menuturkan, rata-rata harga cabai naik karena calo juga mencari keuntungan di pasaran, sehingga harganya sering melonjak.

” Saya juga biasa jual Rp80.000 karena harus mengikuti kegiatan yang ditetapkan oleh calo,” ucap Panda.(Safwan)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top