Berita Parlemen

Guru Penugasan dan Kontrak Miliki Hak Sama Masuk P3K

Rapat Kerja Komisi IV DPRD dengan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku

AMBON,MALUKU – Tenaga guru penugasan dan guru kontrak, sama-sama memiliki hak untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Maluku, Insun Sangadji, usai Rapat Kerja Bersama Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Jumat (26/02/2021).

” Guru kontrak, guru penugasan, dua-duanya sama-sama guru honor, artinya, mereka semua punya hak yang sama, mereka bisa masuk jadi tenaga guru P3K. Jadi, tidak ada beda, itu yang harus dipahami oleh semua guru penugasan maupun guru kontrak di Maluku,” ungkap Kadis.

Insun Sangadji - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku

Insun Sangadji – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku

Kadis menerangkan, guru penugasan saat ini merasa mereka itu lebih rendah daripada guru kontrak, karena mereka guru kontrak dibayar oleh pemerintahan provinsi, sementara guru penugasan dibayar dengan dana BOS APBN atau BOS reguler.

Terkait kuota P3K untuk Maluku, Sangadji menjelaskan, kuotanya kita masukkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan kita di Maluku, kita dikasih kuota sebenarnya 3000-an, tetapi dikurangi dengan 255 orang yang sudah lolos di CPNS, akhirnya kita dapat kuotanya 2.900 sekian.

” Yang jelas, kita masukan semua guru penugasan maupun kontrak yang sementara mengabdi, jika lolos semua maka selanjutnya kita dapat kebutuhan di SMK maupun SMA, berapa untuk ditempatkan,” terangnya.

Disinggung terkait pembayaran honor guru melalui dana BOS, Kepala Sekolah harus mengikuti petunjuk teknis dari dinas. Petunjuk teknis itu sendiri, kita buat dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang, sehingga tidak merugikan para guru. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top