Kesehatan

Wakajati Jadi Orang Pertama Vaksin di Papua Barat

MANOKWARI,INTIM NEWS – Gubernur Provinsi Papua Barat, secara resmi membuka vaksinasi Covid-19 perdana untuk daerah ini. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Papua Barat menjadi orang pertama yang mendapat imunisasi tersebut.

Dari 16 nama perwakilan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan bahkan tokoh adat turut mengikuti vaksinasi perdana yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengatakan, Covid-19 saat ini telah ditetapkan sebagai bencana non alam, hingga 11 bulan melanda Pandemi.

” Namun laporan nasional terkait Covid-19 terus meningkat hingga mencapai diatas 10 an per hari, demikian juga angka kematian menembus 300 jiwa per hari,” ujar Gubernur, Kamis (14/01/2021)

Sementara Papua Barat, kata dia, puncak terjadinya kasus pada tanggal 1 Oktober 2020, dengan kasus 210 orang. ” Sampai sekarang, jumlah kasus yang telah dilaporkan sebanyak 6.246 kasus,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Gubernur, data tersebut menunjukkan pencegahan Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan 3M, belum cukup untuk mengendalikan penularan kasus.

” Maka segera dilakukan upaya lain, dengan cara pemberian vaksinasi. Untuk kesembuhan, kita patut bersyukur sebab di Papua Barat pasien sembuh cukup tinggi, 91 persen dan meninggal sangat rendah 1 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Witono, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat menjelaskan, pihaknya dengan penuh kesadaran tanpa unsur paksaan, hari ini telah menjalani vaksin untuk yang pertama kali.

” Waktu pertama kita hanya sekedar diskusi dan memang pada kesempatan tersebut, Saya langsung menawarkan diri,” ujar dia.

Sebab, menurutnya, vaksin sebenarnya untuk memberikan kekebalan pada tubuhnya, agar nantinya akan tumbuh anti bodi dan seterusnya.

” Apalagi kita adalah tokoh masyarakat, maka sudah sepantasnya menjadi contoh teladan bagi masyarakat. Jika tidak maka yang ada rakyat juga tidak akan mau. Saya himbau pada masyarakat, silahkan ikut vaksin, sebab dia tidak membahayakan malah berguna bagi tubuh kita,” tutur dan ajaknya. (Safwan)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top