AMBON,MALUKU – Buntut penetapan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU), menuai kontroversi di masyarakat dan menimbulkan gejolak di mana-mana. Termasuk di provinsi Maluku.
Pantauan INTIM NEWS, Kamis (15/10/2020), kantor DPRD Maluku, dibanjiri demonstrans dari berbagai elemen masyarakat.
Diantaranya, satu, ratusan mahasiswa IAIN Ambon, khususnya, Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum Pidana Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Dua, ratusan mahasiswa GMNI Cabang Ambon dan ketiga, ratusan mahasiswa dari Universitas Darussalam Ambon.
Tuntutan para milenial ini masih senada, yakni menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Tak tanggung-tanggung, Mapolda Maluku, turunkan 300 personil anggota Polri, mengawal jalannya demonstrasi. Aksi pun berlangsung aman dan setiap tuntutan diterima oleh para Wakil Rakyat yang hadir. Diantaranya, Benhur Watubun, Hengky Pelata, Frangcois Orno, Wahid Laitupa, Richard Rahakbauw dan Rovik Affifudin. (Ulin)
