Kota Ambon

Survei Indo Barometer, Ada 3 Permasalahan Paling Mendesak Dan Menonjol Di Kota Ambon

AMBON,MALUKU – Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli membeberkan, hasil survei Indo Barometer dari faktor permasalahan dan perkembangan kota Ambo terkini , dari 20 kategori permasalahan yang menjadi sasaran survei lembaga tersebut, terdapat 3 permasalahan yang paling mendesak dan menonjol terjadi di Kota Ambon adalah sulitnya lapangan kerja, kurangnya tempat pembuangan sampah dan masalah lalu lintas/ transportasi terutama kemacetan.

Hadi Suprapto Rusli - Peneliti Indo Barometer

Hadi Suprapto Rusli – Peneliti Indo Barometer

” Menurut masyarakat, secara umum permasalahan yang paling penting, mendesak dan menonjol dari 20 kategori pertanyaan yang kami ajukan adalah 3 permasalahan. Yakni, sulitnya lapangan kerja menduduki posisi teratas dengan persentase 21,3 persen, kurangnya tempat pembuangan sampah duduki persentase yang sama 21,3 persen dan masalah lalu lintas/transportasi khusus kemacetan dengan persentase 14,8 persen,” sebutnya, dalam keterangan Pers kepada sejumlah wartawan di salah satu hotel di Kota Ambon, Kamis (05/09/2019).

Sementara, kata dia, 17 kategori lainnya berada pada persentase di bawah 6 persen. Antara lain, sulitnya ekonomi rakyat 5,8 persen, masalah kemiskinan belum teratasi 4,8 persen, penataan kota belum rapi 4,3 persen, masalah keamanan 2,3 persen, lingkungan kurang bersih 2,0 persen, meningkatnya pengedaran dan pengguna narkoba dan miras 2,0 persen dan masalah pendidikan di dalamnya biaya mahal, pelayanan dan fasilitas buruk berada pada persentase 1,5 persen.

Sedangkan, masalah kesenjangan sosial 1,0 persen, sulitnya mendapatkan air bersih 1,0 persen, masalah infrastruktur jalan yang buruk dan rusak 1,0 persen, kurang nya rumah layak huni untuk masyarakat 0,8 persen, kondisi drainase/saluran air yang buruk atau rusak 0,5 persen, masalah listrik/ penerangan dalam hal biaya mahal, sering padam 0,5 persen, masalah kesehatan dalam hal biaya mahal, kualitas dan fasilitas buruk 0,5 persen, rendahnya moral/ahklak masyarakat 0,3 persen, pelayanan publik/birokrasi kurang baik dalam hal lama dan sulit 0,3 persen dan persentase 0,3 persen pada kategori mahalnya harga kebutuhan pokok.

IMG_20190905_115119

Sementara itu, kategori lainnya berada pada persentase 14,0 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 0,3 persen.

” Maksud dan tujuan survei adalah, untuk mengetahui permasalahan apa saja di kota Ambon yang perlu dibenahi oleh pemerintah daerah setempat, serta untuk mengetahui pendapat masyarakat mengenai Kota Ambon, menjelang ulang tahunnya yang ke – 444 tanggal 7 September 2019 mendatang,” akuinya.

Hadi merincikan, pelaksanaan survei dilakukan di wilayah Kota Ambon yang meliputi 5 kecamatan yaitu, kecamatan Nusaniwe, Sirimau, Teluk Ambon, Baguala dan Leitimur Selatan. Untuk jumlah sampel pada survei ini sebanyak 400 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 4,90 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain itu, dia menambahkan, waktu pengumpulan data pada tanggal 16 sampai 23 Agustus 2019, dengan teknik wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top