Maluku

Gubernur Dan Ketua DPRD Maluku Diagendakan Bertemu Presiden Joko Widodo

AMBON,MALUKU – Dijadwalkan, Gubernur Maluku Murad Ismail dan Ketua DPRD Edwin Huwae, bertemu Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia (RI) di Istana Bogor, Selasa malam (02/07/2019).

” Saya dan Pak Murad itu, ketemu Pak Jokowi di Bogor pukul 19.00 WIB , jam 7 malam waktu Jakarta dan jam 9 malam waktu Ambon. Jadi besok siang (Selasa-red), Saya dan Pak Murad, sama-sama berangkat dengan pesawat Garuda dan kita langsung menuju Istana Bogor, bertemu dengan Bapak Presiden,” jelas Edwin, usai pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) dan Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Senin malam (01/07/2019), di Baileo Siwalima yang terletak di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Dirinya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Pak Murad dan membuat surat yang ditanda tangani bersama, untuk meminta Presiden dalam kabinet kerja juga ada putera Maluku. Menurutnya, soal figur, entah dari kalangan partai pengusung Presiden dan Wakil Presiden, yang terpenting putera-putera terbaik Maluku.

” Kita juga sudah buat surat bersama yang Pak Murad dan Saya tanda tangan, untuk meminta kepada Bapak Presiden, bahwa Maluku sudah saat nya punya putera terbaik itu masuk dalam kabinet. Apakah dari internal PDI Perjuangan atau partai pengusung lain, kita serahkan saja nama-nama yang terbaik. Jadi menteri itu dari PDI Perjuangan atau dari mana saja, yang penting putera Maluku terbaik,” sebutnya.

FB_IMG_1562205800510

Dijelaskan Edwin, saat bertemu, Gubernur bersama dirinya memiliki banyak permintaan yang diajukan ke Presiden, guna mengejar ketertinggalan daerah. Selain itu, dalam rangka mendorong program pusat masuk ke Maluku.

” Pasti kita punya permintaan yang sangat banyak kepada Bapak Presiden. Tetapi karena Maluku hari ini , kita butuh mengejar ketertinggalan kita. Oleh karena itu, soal-soal konektifitas, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, menjadi atensi dari Bapak Gubernur dan Saya sebagai Ketua DPRD. Selain itu, dalam rangka untuk mendorong program-program dari pemerintah pusat ini, bisa masuk ke provinsi Maluku,” tuturnya.

Disinggung siapakah saja nama yang diusulkan, Edwin katakan tidak bisa bilang sendiri, harus berkoordinasi dengan Gubernur.

” Soal nama nantilah. Saya tidak bisa bilang sendiri, Saya harus koordinasi dengan Bapak Gubernur juga. Soal berapa nama yang diusulkan, pokok nya yang penting kita bertemu Bapak Presiden,” tandasnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top