Uncategorized

OJK Hadir Dan Bersinergi Dengan Lembaga Pendidikan Tradisional

AMBON,MALUKU – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Republik Indonesia (RI) Wimboh Santoso mengungkapkan, OJK hadir dan bersinergi dengan lembaga pendidikan tradisional. Hal ini dikatakan Wimboh dalam sambutannya, Kamis sore (09/05/2019), disela-sela peresmian Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), Bank Waqaf Mikro (BMW) Al Anshor yang terletak di kawasan Air Besar, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

59959873_850409788670428_3312084272491266048_n

“ Tetapi umat kita, mungkin kalau di sensus ditanya satu-satu mungkin paham saja belum jasa keuangan itu apa? Apalagi memanfaatkan keberadaannya. Untuk itulah, OJK hadir diantaranya pada hari ini bersinergi dengan lembaga pendidikan tradisional yang kami sebut pesantren, untuk melengkapi bagaimana kita bisa membina umat kita ini, secara lebih sempurna. Itulah makna kenapa OJK hadir dan kalau kita hubungkan dengan tugas pemerintah, untuk memakmurkan masyarakat, penduduk kita yang jumlahnya 262 juta jiwa, hanya sekelompok kecil yang sebenarnya sudah makmur. Tidak bisa kita pungkiri itu,” akuinya.

59774325_841885059496662_1977061510358237184_n

Pasalnya, sebut dia, umat yang sudah pintar , sudah kaya, konglomerat, itu sudah pintar tidak usah kita bina , tidak usah kita didik, dengan sendirinya sudah bisa memanfaatkan kehadiran sektor jasa keuangan  diantaranya ada bank, asuransi, lembaga pembiayaan dan sebagainya, termasuk  pasar modal.

“ Ada yang masih mungkin kita bekerja bahkan, ada yang sudah usianya lanjut tetapi belum tersentuh kemakmuran. Nah untuk itulah, tidak ada kata terlambat marilah kita bersama-sama bersinergi antara lembaga pendidikan apapun bentuknya, ketokohan masyarakat dan juga para pengusaha seperti, Astra ini untuk bersama-sama . Kalau kita bersinergi, artinya tujuan masing-masing itu bisa tercapai,” tandasnya.

59924812_608289616306438_8789359956596883456_n

Sementara itu, Richard Louhenapessy selaku Walikota Ambon, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Kota Ambon A.G.Latuheru dijelaskan, semoga kunjungan Ketua Dewan Komisioner OJK RI bersama rombongan di kota Ambon membawa kesan yang baik, indah dan manis, selalu membekas di hati bapak sekalian.

Menurut Walikota yang dikutip Sekot, semoga pengalaman-pengalaman bapak dapat dibagikan kepada  keluarga, sahabat, teman, kolega  bahkan, semua orang yang belum pernah datang berkunjuung ke kota ini.

59949751_360841708113661_4858899336643215360_n

“ Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi  yang tinggi, atas peresmian Lembaga Keuangan Mikro , Bank Mikro Waqaf Al Anshor Peduli, kehadiran bank ini, tentunya memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha dan  pemberdayaan masyarakat, baik melalui pinjaman atau pembelian dalam usaha skala mikro , pengelolaan simpan pinjam maupun pemberian jasa konsultasi pengembangan usaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan, karena menggunakan prinsip-prinsip syariah,” pintanya sembari berharap.

Oleh sebab itu, ajaknya, kepada masyarakat kota Ambon yang belum memiliki akses pembiayaan, pada lembaga keuangan formal karena,  terbentur dengan persyaratan, marilah beramai-ramai mendaftar untuk menjadi nasabah Bank Waqaf Mikro, hindari rentenir yang nantinya menjerat dan memberatkan masyarakat, dengan bunga pinjaman yang sangat tinggi.

59685489_1263623437120747_4325705045497610240_n

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al Anshor Abu Imam Abdurohim Rumbara, ucapkan terima kasih kepada OJK melalui pemberian ijin operasi BMW. Dirinya menilai, akhirnya program yayasan semakin bertambah.

“ Terima kasih kepada pihak pemerintah, dalam hal ini, OJK yang telah memberi ijin kepada kami untuk mengoperasikan Bank Waqaf Mikro yang sesungguhnya, adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan ini akhirnya, program yayasan semakin bertambah yang tadinya jadi sosial, dakwah, pendidikan, sekarang bertambah jadi ekonomi. Perjuangannya menjadi konprehensif, jadi seluruh kehidupan masyarakat itu, tersentuh oleh yayasan ini,” sebutnya.

60119712_177312369877629_8253978539255136256_n

Dirinya mengisahkan, yayasan ini berdiri di tahun 2004. Terangnya,ini dalam rangka  menghimpun, dulu anak-anak korban konflik, kita tampung kemudian, kita berikan pencerahan dan pemahaman untuk  kemudian, santri/santriwati harus membangun masa depannya. Dia menilai, tidak ada masa depan yang dibangun dengan dendam, sakit hati dan lain-lain. Pesantren bagian dari upaya untuk meredam konflik itu dan supaya tidak ada konflik lagi.

“ Yayasan ini sendiri, dalam kiprahnya sendiri tidak sekedar memberikan pendidkan formal tetapi, memberikan bagaimana setiap anak santri punya skil dan keterampilan. Kami rasa tingkat IQ nya bagus, kita lanjutkan kuliah, bahkan  ada 47 orang kita kuliahkan diluar Maluku dan yang tidak, kami latih dnegan usaha-usaha kecil. Kami berharap, Bank Waqaf Mikro ini yang kemudian mendanai kegiatan-kegiatan membuat kue, gunting rambut dan kami  berharap ini menjadi titik  tolak untuk kebangkitan rakyat Maluku,”harap Abu Imam.

59950011_856604531354655_8540563758248886272_n

Ditemui INTIM NEWS usai peresmian, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Maluku, Fessal Musaad menambahkan, Saya kira, tanggapannya sangat positif. Ini untuk pemberdayaan masyarakat, kalau terkait dengan pemberdayaan, peningkatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, itu adalah program yang sangat baik.

“ Nah, Saya selaku Kakanwil Kemenag provinsi Maluku, tentu kami akan mengucapkan terima kasih kepada OJK, yang mana mau peduli pondok pesantren sebagai pusat ilmu, pusat pembinaan akhlak kepada generasi muda , pusat pembinaan agama yang baik dan sekaligus peduli dengan peningkatan kesejahteraan pondok pesantern dan warga pesantrennya atau masyarakat di sekitar sini. Itu luar biasa. Makanya,  mudah-mudahan harapan kedua adalah, Bank Waqaf Mikro ini tidak hanya untuk pondok pesantern ini saja, tetapi bisa dibuka untuk pondok-pondok pesantren lain yang ada  di provinsi Maluku,” himbaunya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top