Hukum & Kriminal

Cekcok Saat Teguk Miras, Karyawan PT Warna Karya Tewas Dibunuh

MALUKU TENGAH, MALUKU – Hanock Tukle (55 Tahun)  ditemukan Tak bernyawa, Senin  (4/3/2019) pukul 16.05 WIT di tepi kali Wailosa, Kecamatan Seram Utara Barat.

Karyawan PT Warna Karya Perkebunan Kelapa Sawit itu ditemukan dengan kondisi luka robek mulai dari belakang kepala sampai ke tulang belakang.

Berdasarkan informasi dari sumber terbatas, Dikronologikan pada Senin (4/3/2019),  7 orang saksi masing masing,  WANDI (28 Tahun) , D. BERHITU (43 Tahun), POLY LABOBAR (44 tahun), JEFRI MOWATEN (32 Tahun), HERMAN KAKISINA (32 Tahun) STEVEN KAINAMA, (48 Tahun) , YONGKI TANIMELE (30 tahun) , mencari korban yang sudah tiga hari tak pulang.

Saat saksi mencari korban ke Walang atau Rumah Kebun tempat tinggal Korban di tepi kali Wailosa,  para saksi melihat pintu walang dalam kondisi terbuka.

Saat didekati,  para saksi melihat korban dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak.

Para saksi yang ketakutan dan panik, kembali ke bese camp PT Nusa Ina untuk selanjutnya melaporkan apa yang dilihat ke  Mandor atas nama HENGKI LATUMETEN (49 Tahun) dan selanjutnya melapor ke  Kanit Reskrim polsek Seram Utara Barat.

Usut punya usut,  ternyata sebelum ditemukan, tepatnya Minggu (3/3/2019) lalu,  sekitar pukul 13.00 –  pukul 17.00 WIT,  ISACK TANODI (Terduga Pelaku)  bersama korban HANOCK TUKLE mengkonsumsi Miras jenis Sageru.  Kemudian terjadi cekcok antara keduanya yang mana saudara ISACK TANODI menyampaikan ke Korban HANOCK TUKLE,  kayu yang akan dikerjakan oleh ANDI AKOLO yang ada di Lokasi PT Wana Karya Utama harus diberikan satu kubik untuk membangun Camp tempat tinggal mereka berdua.

Namun Korban menolak,  dan terjadilah pertengakaran antar keduanya.  Korban yang naik pitam lantas mengambil sebilah parang dan langsung menyabetkannya ke arah Isack Tanodi dan mengenai Siku kanan Isack Tanodi.

ISACK TANODI yang terkena sabetan parang korban, lantas merampas parang tersebut.  Namun karena korban mempertahankan senjata tajam yang dipegangnya, sehingga parang tersebut mengenai mulut bagian kanan  ISACK TANODI.

Tak Sampai disitu,  Korban lantas menikam kaki kanan Terduga Pelaku (Isack Tanodi) dan mengenai pergelangan kaki kanan bagian luar terduga Pelaku.

Marah dan merasa terancam, terduga pelaku langsung mendorong korban hingga jatuh dengan posisi tengkurap.  Terduga pelaku lantas mengambil parang yang ada di Walang itu dan langsung menebas belakang korban.

Tebasan itu mengenai punggung bagian kanan sampai belakang kepala bagian kanan Korban.

Selanjutnya terduga pelaku mengambil Pakaian miliknya lalu dibungkus pakai kain dan menenteng parang , kemudian ia pergi meninggalkan korban dengan tujuan ke Camp Induk PT Wana Karya Utama di Desa Karlutu.

Karena saat itu kali Miyaka sedang meluap (Banjir) maka terduga pelaku kembali ke Camp Afedeling 7 PT Nusa Ina.  Saat tiba di dekat kali Wailosa terduga pelaku menyembunyikan parang yang dipakai memotong korban bersama pakaian di tepi jalan, lalu menuju ke Afedeling 7.

Saat diperlihatkan barang bukti (parang) yang didapatkan di TKP,  terduga pelaku tak menampik bahwa barang bukti yang ditemukan adalah barang miliknya.

“Dan setelah diperlihatkan kepada ISACK TANODI dua bilah Parang yang ditemukan di TKP , ISACK TANODI mengakui bahwa parang yang pendek adalah parang yang dipakai oleh Korban memotong ISACK TANODI sedangkan Parang yang panjang adalah merupakan parang yang dipakai  ISACK TANODI memotong HANOCK TUKLE,” Ungkap Sumber.

Sementara Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah yang dikonfirmasi Wartawan, Minggu (10/3/2019) menuturkan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Mayat di ditemukan di rumah kebun, diduga merupakan korban penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia, masih kita selidiki,”tutur Kasat Reskrim Polres Malteng,AKP Syahrul. (IN-03)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top