Pemerintahan

SBT Akan Miliki Pakaian Adat Resmi

Bula,Maluku– Masyarakat dikabupaten Seram Bagian Timur (SBT) patut berbangga. Pasalnya, dalam waktu dekat daerah berjuluk “Ita Wotu Nusa” itu segera memiliki pakaian adat tersendiri. Pemda setempat menargetkan, pakaian adat resmi itu akan dilaunching dan diproduksi secara massal pada tahun 2019 mendatang.

Untuk mematangkan motif serta corak yang diinginkan, Pemda lewat dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga SBT menggelar sosialisasi hasil seminar penetapan pakaian daerah dalam rangka revitalisasi dan reakutualisasi budaya lokal daerah. Kegiatan sosialisasi yang dihadiri camat dan kepala pemerintah negeri (raja) se-kabupaten SBT itu dilaksanakan di Sigafua caffe and resto jalan pandopo Kota Bula, Jum’at (11/10/2018).

“Seminar ini untuk mempercepat pakaian adat menuju pakaian daerah kabupaten Seram Bagian Timur. Jadi sebenarnya lewat kegiatan ini kita mengharapkan masukkan-masukkan dari berbagai pihak, “ungkap sekretaris dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olahraga kabupaten SBT, Wa Djubaeda kepada wartawan usai kegiatan tersebut.

Desain pakaian adat yang disebut-sebut bakal menjadi ciri khas daerah itu saat ini telah ada. Bahkan sempat dipertunjukkan dalam kegiatan sosialisasi itu.

43951511_261535934410661_9075748474678411264_n

Pakaian adat yang maksud Wa Djubaeda itu didesain desainer lokal berdasarkan hasil kesepakatan Pemerintah daerah dengan majelis latupati, pejabat negeri, raja adat, toko pemuda serta para budayawan Seram Bagian Timur pada forum koordinasi dialog kebudayaan tahun 2015 lalu.

Meski demikian, pakaian adat yang telah didesain belum bisa diproduksi untuk digunakan secara resmi karena belum memiliki landasan hukum berupa Peraturan Daerah (Perda).

“Pakaiannya sudah ada cuma tertumbuh dengan belum adanya Perda (peraturan daerah). Sehingga hari ini sebelum kita masuk ke penetapan peraturan daerah, kami sampaikan dulu hasil seminar yang sudah di rancang tahun 2015 kemarin ini kita sepakati dulu hasil seminarnya,”tutur Djubaeda

Meski pakaian adat yang menjadi cikal bakal pakaian adat resmi masyarakat SBT itu telah didesain namun, pihaknya berharap, ada masukkan dari para peserta sosialisasi untuk langkah perbaikan pada desain pakaian adat tersebut.

“Dengan demikian unsur-unsur yang kita hadirkan disini (seminar) para raja dan camat se-kabupaten Seram Bagian Timur. Sehingga sebelum kita tetapkan peraturan daerahnya kita sampaikan dulu apakah mereka (raja) setuju atau tidak? Kita akan tunjukkan hasil seminar tahun 2015 lalu, “jelasnya.

Untuk itu, dia berharap, kegiatan sosialisasi ini menghasilkan sebuah kesepakatan bersama untuk mematangkan desain pakaian adat yang akan dipakai dalam ivent-ivent resmi didaerah itu.

“Kita sudah sepakat untuk membentuk tim kecil untuk melengkapi hasil desainer yang ada, misalnya hal-hal yang kurang dalam desainernya. Ini juga untuk mempercepat hasil untuk diusulkan sebagai peraturan bupati. Nanti kita lengkapi dengan desain yang lain, ini kan baru satu jenis, “ungkap Djubaeda.

43788428_743735595976640_2312061499088044032_nDitambahkan, meski memiliki satu motif dan corak namun, pakaian adat tersebut akan didesain memiliki berbagai macam jenis. Hal ini akan disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing saat pakaian tersebut digunakan.

“Ada pakaian harian kerja, pakaian untuk acara resmi, pakaian untuk tari-tarian seperti apa, itu nanti kita lanjutkan dengan desainer apabila peraturan bupatinya sudah ada. Kita harapkan secepatnya, sekarang ini yang kita pakai adalah surat edaran bupati untuk penggunaan pakaian dinas harian tapi kita belum punya pakaian adat resmi. Dalam surat edaran itu, “harapnya.

Kegiatan sosialisasi hasil seminar penetapan pakaian daerah dalam rangka revitalisasi dan reakutualisasi budaya lokal daerah itu menghadirkan sejumlah narasumber.

Diantaranya peneliti Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Maluku, Marthen M. Pattipeilohy, desainer lokal, Ujang Hudaya, kepala Bappeda dan Litbang kabupaten SBT, A. ZR. Wattimena dan perwakilan dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olahraga kabupaten SBT.  (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top