Hukum & Kriminal

Gelapkan Sepeda Motor Ojek di Kota Ambon,Oknum Pemuda Damer-MBD di Polisikan

Ambon,Maluku– Zadrak Leterulu Alias Mickail (Pelaku),warga Kecamatan Damer,Kabupaten Maluku Barat Daya,yang berdomisili di Kelurahan Kudamati,Kecamatan Nusaniwe, dilaporkan oleh Anita Sunter (Korban),warga Jln Cendrawasi Rt 001, Rw 005, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon kepihak Kepolisian Resort P.Ambon dan Pp.Lease,Senin(24/9/ 2018) pukul: 21.30 WIT.

Pemuda asal MBD tersebut dilaporkan korban (Anita Sunter-red),lantaran diketahui telah melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor merk Yamaha Jupiter Z nomor Polisi DE 2453 NN,milik korban.

Sepeda motor,yang dipinjamkan oleh korban (Anita Sunter-red) bukannya dipakai untuk mengojek oleh pelaku,namun diketahui telah dibawah kabur oleh pelaku yang sudah berada diluar Kota Ambon.

Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease,Ipda Yahya.M.Leinusa,kepada Wartawan diruangan kerjanya, Rabu (26/8/2018), menjelaskan kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor milik korban Anita Sunter, terjadi pada tanggal 16 Mei 2018, Jln Kaki Ali, Tanah Tinggi,Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Korban yang kenal dekat dengan pelaku,diberikannya sepeda motor milik korban untuk dipakai pelaku untuk menarik penumpang. Dengan kesepakatan setiap harinya,pelaku harus menyetor uang hasil ngojek kepada korban sebesar Rp 35.000 ribu rupiah,”ungkap Perwira pertama Polri itu.

Dikatakan,proses penyetoran mengojek,lancar disetor oleh pelaku kepada korban. Namun memasuki bulan September,pelaku kemudian mulai tak jelas komunikasinya dengan korban.

Penasaran dengan keberadaan pelaku yang mulai tidak jelas komunikasinya,korban akhirnya mendatangi tempat tinggal pelaku,di Kelurahan Kudamati,Kecamatan Nusaniwe. Namun saat mendatangi tempat tinggal pelaku, korban mendapati informasi,sepeda motor pinjaman yang diberikan oleh pelaku untuk mengais keuntungan telah dibawah kabur pelaku keluar Kota Ambon.

“Korban yang merasa dirugikan lantaran sepeda motor miliknya telah dibawah kabur oleh pelaku,akhirnya mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P.Ambon dan Pp.Lease untuk melaporkan kasus tersebut ke anggota piket SPKT. Pelaku hingga kini masih dicari keberadaannya oleh anggota Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease. Pelaku disangkakan dengan pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman,5 tahun penjara,”ucap Leinussa. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top