Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Naik Docking Tahunan, Agustus 2017 Kapal Ferry Egron Dipastikan Beroperasi

Ambon, Maluku.- Lebih kurang setengah tahun Kapal Ferry Egron yang beroperasi melayari masyarakat di Tanimbar Utara naik docking. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, pasalnya Egron merupakan satu-satunya kapal ferry yang mengangkut penumpang pada wilayah tersebut. Dan memang kondisi ini sangat berpengaruh kepada masyarakat di beberapa kecamatan di wilayah Tanimbar Utara yang dampaknya kepada urusan ekonomi masyarakat setempat, yang harus mengeluarkan budget lebih dan waktu lebih lama jika menggunakan kapal motor milik masyarakat.

Informasi yang diterima Intim News mengatakan bahwa, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir 2 tahun lamanya, dari sekitar tahun 2014 lalu kappal ferry Egron milik perusahaan daerah MTB tersebut sudah tidak lagi beroperasi memberi tumpangan kepada masyarakat di Tanimbar utara.

“Sejak 2014 sudah tidak lagi beroperasi hingga sekarang. Kasihan kami yang mau urusan jualan atau apa di luar kecamatan sulit sekali, memang ada kapal motor tapi biaya dan waktu yang dikeluarkan pasti lebih mahal dibandingkan dengan ferry,” terang sumber itu.

Terkait dengan itu, Direktur Utama PT Kalwedo Kidabela Poly Sabono yang dikonfirmasi via ponsel seluler, Rabu (2/8/2017) kepada Intin News membantahnya. Menurut Sabono kapal ferry tersebut baru dilakukan docking pada akhir tahun 2016, jadi kapal ferry tersebut masih beroperasi.

“Itu sumber dari mana? yang bilang Kapal Ferry Egron tidak beroperasi mungkin sumber itu tidak berdomisili di Saumlaki. Karena Egron masih melayari sampai akhir 2016, nah Desember 2016 baru berhenti dan didocking,” ucap Sabono.

Lebih lanjut Poly Sabono menjelaskan, bahwa kondisi kapal harus melalui docking tahunan, dan itu normalnya dilakukan 1 sampai 2 bulan jika tidak melalui antrian. Untuk Egron yang melayani pelayaran kepada masyarakat Tanimbar Utara  sejak tahun 2010 dan  yang baru masuk docking  tahunan lagi pada Maret 2017 ini, Sabono memastikan akan selesai pada Agustus 2017. Pihak  perusahaan  daerah  ini  juga  mengaku  tidak menyiapkan kapal pengganti.

“Pihak kami, melayani insidential baru dilayari, jadi memang tidak disediakan kapal pengganti. Karena dokumen-dokumen juga harus dilengkapi semua, baru dockingnya selesai,” jelasnya.

Untuk diketahui, kapal ferry Egron yang saat ini didocking pada PT Dock dan Perkapalan Wayame di Ambon ini akan masuk pada tahap docking besar atau biasa disebut dengan mesin turun pada tahun 2018 nanti. Docking besar tersebut hanya dilakukan kepada kapal jika sudah beroperasi selama 5 tahun.
Selain itu kapal ferry Egron ini memberi tumpangan kepada penumpang dalam jalur lintasan B, dimana pada jalur ini melewati pos-pos yakni Saumlaki, Seira, Wunlah, Larat, Yaru, dan Molo Maru. Dengan jadwal pelayaran 1 minggu, yang melewati tiap pos tersebut. Rata-rata jika berlabuh di dermaga bisa 2 sampai 3 jam, sedangkan jika berlabuh pada dermaga laut maka bisa memakan waktu diatas 3 jam. Pada wilayah persinggahan Egron tersebut ada yang sudah memiliki dermaga, namun memang ada juga yang masih menggunakan dermaga laut.

“Jadi memang, kondisi berlabuh dermaga di beberapa pos tersebut masih sulit, karena ada pos yang sudah ada dermaganya namun ada yang masih menggunakan dermaga laut,” pungkasnya. (IN-02)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top