Militer

Pangdam : Laut Jangan Dirusak dengan Bom Ikan dan Potasium

Ambon,Maluku- Terkenal dengan kekayaaan alam yang begitu melimpah baik di darat maupun di laut, Maluku sebagai Provinsi “Maritim” yang pulau-pulaunya banyak didominasi oleh lautan yang luas, membuat Maluku merupakan sebuah daerah penghasil ikan terbanyak di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya ikan yang dihasilkan dari tangkapan Nelayan Maluku banyak diekspor keluar ke berbagai daerah di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri.

Untuk itulah sebagi wujud dukungan Pemerintah RI kepada Masyarakat Maluku dalam mengelola Potensi Kelautan secara baik, Menteri Perikanan dan Kelautan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Malukubekerjasama dengan Pangdam XVI/ Pattimura memberikan bantuan keramba jaring apung kepada Masyarakat Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, (25/05).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo berserta Pamen Kodam XVI/ Pattimura, Kepala Staf Korem 151/ Binaiya Letkol Infanteri Christian Piter Sipahelut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Dr,Ir Romelus Far-Far, M,Si, Kepala Balai Budidaya Laut Ir. Esty Manizar, M.Si, Raja Negeri Kailolo Rusdi Marasabessy

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Dr, Ir Romelus Far-Far dalam sambutannya mengatakan sebagai pemenuhan janji kepada Menteri Perikanan dan Kelautan RI Susi Pudji Astuti yang berkunjung ke Maluku beberapa waktu lalu, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku dan Kodam XVI/ Pattimura telah berjanji akan memberikan bantuan fasilitas keramba jaring apung kepada Masyarakat Kailolo untuk budidaya ikan sebagai upaya untuk menambah pendapatan alternative yang selama ini ada di Masyarakat Kailolo.

“Bantuan keramba jaring apung yang diberikan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI kepada Masyarakat Kailolo berjumlah 4 unit dengan jumlah 1,2 M. Pemberian ini merupakan wujud dari kepedulian Pangdam XVI/ Pattimura yang telah disampaikan kepada Ibu Menteri Perikanan dan Kelautan RI.  Dan Saya diperintahakan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan untuk menyiapkan fasilitas keramba jaring apung untuk diserahkan kepada Masyrakat Kailolo,”ucapnya.

Dikatakannya keramba jaring apung memakai teknologi terkini dari komponen HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) merupakan bahan plastik yang mempunyai kualitas dan kerapatan tinggi yang dibuat oleh salah satu perusahaan di Bandung .

Untuk itu benih ikan yang telah disiapkan oleh Balai Benih Budidaya Laut Provinsi Maluku Waiheru, akan diberikan secara simbolis dan akan ditebar oleh Pangdam XVI/Pattimura pada 32 kolam  keramba jaring  apung.

Senada Kadis Perikanan dan Kelautan,  Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo dalam sambutannya mengatakan Bantuan ini janji  yang pernah disampaikan oleh saya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan pada beberapa waktu yang lalu saat beliau berkunjung ke lokasi Pulau Pombo.

“Menanggapi apa yang ditanyakan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Saya menjawab harus ada orang yang bisa menjaga Pulau ini. Sehingga solusi yang beliau sampaikan kepada saya, kita harus bantu Masyarakat melalui penempatan keramba jaring apung dilokasi Pulau Pombo agar konservasi keindahan di Pulau Pombo ini dapat terjaga dengan baik oleh Masyarakat. Selain membersihkan Pulau Pombo agar terhindar dari sampah Plastik,Pulau Pombo juga perlu ditanami dengan Pohon kelapa dan pohon herbal,” ungkap Pangdam.

Menurutnya program ini seharusnya tidak hanya dilakukan di Pulau Pombo saja melainkan harus dilakukan juga dipulau-pulau lainnya yang sebagian besar wilayah daratannya sudah mulai mengalami abrasi (terkikis tanah oleh air laut). Semakin banyak tanaman yang ada disebuah Pulau maka daya tahan  lingkungan akan semakin baik. Pulau ini nantinya kita jadikan sebagai kawasan tujuan wisata yang mana kawasan ini akan menjadi hidup, tumbuh dan berkembang dengan keindahan alam yang ada di Pulau Pombo.

“Dengan bantuan keramba jaring apung kepada Masyarakat Kailolo dengan banyak kolam yang ada pada keramba jaring apung berjumlah 32 kolam yang merupakan produk dari AQUA TEK yang tentunya kualitasnya sangat bagus namun demikian harus tetap dijaga, dirawat supaya bisa bertahan untuk jangka waktu yang lama. Pengalaman selama ini, Produk yang dibuat oleh AQUA TEK, khususnya keramba jaring apung yang ada di Waiheru sudah bertahan selama 5 Tahun yang mana untuk kapasitas pada keramba jaring apung adalah 32 Kolom yang dibagi menjadi 4 kelompok,” ucapnya.

Dirinya berharap melalui pemberian bantuan keramba jaring apung dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI kepada Masyarakat Negeri Kailolo dapat menambah inkam pendapatan ekonomi bagi Masyarakat Kailolo serta memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian potensi laut dengan tidak menggunakan Bom ikan ataupun bahan-bahan peledak lainnya yang dapat merusak ekositem laut

“ Saya berharap pihak Koramil bisa mengkoordinir dengan baik keramba jaring apung, yang mana setiap kolom yang ada pada keramba jaring apung bisa terisi dengan 400 sampai 500 ikan yang mana kapasitasnya bisa menampung 12.800 ikan di keramba jaring apung ini. Untuk Dinas perikanan dan kelautan Provinsi Maluku melalui program budidaya ikan terus ditingkatkan agar nelayan Maluku tidak hanya fokus kepada perikanan tangkap. Saya juga mengingatkan kepada masyarakat Kailolo agar tidak memberikan peluang kepada mereka yang menggunakan potasim dan bom ikan, karena beberapa waktu yang lalu masih saja ada masyarakat yang juga menggunakan bom ikan dan bahan-bahan yang dapat merusak ekosistem kelautan di Maluku,” tegasnya.

Sebagai Masyarakat penerima bantuan keramba jaring apung dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang diserahkan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku dan Pangdam XVI/Pattimura, Raja Negeri Kailolo Rusdi Marasabessy dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan pengahargaan kepada Menteri Perikanan dan Kelautan RI yang peduli akan Masyarakat Maluku untuk mengelola kekayaaan laut yang ada di Maluku.

“ Saya beserta Masyarakat Kailolo sangat berterimakasih kepada Menteri Perikanan dan Kelautan RI yang telah membantu kami Masyarakat Kailolo dengan memberikan bantuan keramba jaring apung, saya juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Pangdam XVI/Pattimura, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku serta Balai Budidaya Laut Provinsi Maluku yang telah memberikan bantuan benih ikan untuk ditabur ke keramba jaring apung Masyarakat Kailolo semoga dengan bantuan yang diberikan dapat menambah penghasilan dan kesejahteraan bagi Masyarakat Negeri Kailolo dalam mengelola Potensi Laut yang ada di Maluku,” Tutur Marasabessy. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top