Militer

Maluku Pengguna Merkuri Terbanyak Di Indonesia

Ambon,Maluku – Kodam XVI / Pattimura menggelar sosialisasi bahaya Mercuri kepada masyarakat Desa Iha dan Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (19/05). Penjabat Bupati Seram Bagian Barat (SBB) dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Seram Bagian Barat(SBB), Mansur Tuharea mengatakan berdasarkan amanat undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, setiap pihak yang akan melakukan pertambangan baik eksplorasi mineral maupun opetasi produksi wajib memiliki izin usaha pertambangan (IUP).

“Selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), saya perlu menyampaikan bahwa kegiatan penambangan yang sementara ini dilakukan oleh Masyarakat Iha dan luhu di gunung Hatu Tembaga dan sekitarnya merupakan kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI), dan merupakan tindak pidana di Bidang Pertambangan Umum,”Ucap Tuharea.

Dikatakannya proses penambangan yang dilakukan masyarakat Iha dan Luhu di gunung Hatu Tembaga untuk mencari batu Cinabar. Batu Cinabar sendiri mengandung bahan radioaktif yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup salah satunnya adalah Mercury (H9).

“Hasil analisis Pemda SBB, kandungan Mercury yang terdapat didalam batu Cinabar di gunung Hatu Tembaga sekitar 40% sampai 80%. Untuk itulah bila penambangan dilakukan tidak sesuai dengan aturan dan standar yang berlaku, maka akan menjadi bencana yang sangat merugikan, baik kerusakan lingkungan hidup, maupun penurunan kesehatan,”Ungkapnya.

Sosialisasi MercuryPangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo dalam sambutan yang dibacakan oleh Perwira Ahli Bidang Hukum Kodam XVI Pattimura Kolonel Inf Masduki, SH, MS.i mengatakan antisipasi akan bahaya yang ditimbulkan oleh penggunaan Mercury yang menggangu kesehatan beresiko menimbulkan berbagai penyakit bagi organ tubuh seperti Otak, Jantung, Ginjal, Paru-paru dan sistem kekebalan, harus adanya sosialisasi tentang bahaya Mercury bagi masyarakat yang ada di dusun Iha dan Luhu.

” Berbagai persoalan diatas kini juga menjadi salah satu materi utama dalam penyampaian tentang bahaya Mercury bagi masyarakat Iha dan Luhu. Yang mana bahaya Mercury tidak hanya menimbulkan berbagai penyakit yang mematikan tetapi bahaya Mercury juga berdampak kepada orang dewasa,bayi dan anak-anak yang merupakan golongan yang tidak luput dari resiko dampak Mercury dan efek sampingnya,” ucap Kolonel Inf Masduki.

Dikatakanya Merkuri atau yang juga disebut air raksa (Hg) adalah salah satu jenis logam yang banyak ditemukan didalam dan tersebar dalam batuan-batuan, biji tambang, tanah, air dan udara sebagai senyawa anorganik dan organik.

” Mercury yang ada didalam tanah, air dan udara relatif rendah. Berbagai jenis aktivitas manusia yang dapat meningkatkan kadar Mercury menjadi tinggi, sehingga kebanyakan pekerja tambang yang menggunakan Mercury dapat menderita jenis penyakit yang mematikan,” ungkapnya.

Kisruh mengenai bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan Mercury yang dipakai oleh Masyarakat Desa Iha dan Luhu dalam pengolahan batu Cinabar. dr. Jossep Fredeerik William seorang Dokter umum dari Medicuss Group dalam pemaparan materi sosialisasi kepada Masyarakat Iha dan Luhu mengatakan, berdasarkan data dari Badan kesehatan Dunia (WHO), Indonesia merupakan penyumbang terbesar pencemaran Mercury dan salah satu negara dengan pencemaran Mercury tertinggi di Asia Tenggara. Pada Tahun 2005 terindikasi 5000 VVM meningkat dua kali lipat pada tahun 2010 menjadi 10.000 VVM.

sosialisasi mercury3Untuk itu Kodam Pattimura dengan Program Emas Biru dan Emas Hijaunya merupakan solusi masalah bahaya Mercury ini. Selain lebih nyaman dan maju, hasil laut dan pertanian dapat melimpah sehingga mampu menunjang ekonomi masyarakat tanpa harus menambang.

“Tercatat di Badan Kesehatan Dunia WHO, Indonesia merupakan Negara Pembuang limbah terbanyak dunia yang mana, yang mana daerah- daerah yang sering menggunakan Mercury yaitu di Aceh, Kalimatan dan penggunaan Mercury terbanyak di Indonesia adalah Provinsi Maluku,” ucap Dokter Umum dari Medicuss Group.

Dikatakannya sebagai daerah yang banyak menggunakan Mercury, lokasi-lokasi penggunaan Mercury di Maluku seperti diGunung Botak yang ada di Kabupaten Buru dan Gunung Hatu Tembaga yang ada di Desa Iha – Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sudah seharusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku dalam mengatasi permasalahan penggunaan Mercury di Masyarakat yang berakibat terancamnya siklus kehidupan yang ada di Maluku.

Turut hadir pada sosialisasi ini PA Ahli Pertahanan Negara Kolonel Inf Pramungkas, LO Al Kolonel Laut Azwar, Asisten Territorial Kodam XVI/Pattimura Kolonel Inf Ali Aminudin, , Sekda Kab. SBB Manshur Tuharea, Dandim 1502/Masohi Letkol Inf Ahmad Fikri Dal.

Selain melakukan sosialisasi bahaya Mercury kepada Masyarakat Desa Iha dan Luhu, Tim Sosialisasi dari Kodam XVI juga melakukan peninjauan ke lokasi keramba tancap dari Program Emas Biru dari Kodam XVI Pattimura yang berlokasi di Dusun Pelita Jaya, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top