Hukum & Kriminal

Polisi Pengguna Narkoba Terancam 4 Tahun Penjara

AMBON, MALUKU- Penuntasan pengedaran narkotika di Maluku terus dilakukan oleh Direktorat Reserse Nakoba (Ditres Narkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Maluku sebagai upaya dalam memberatas maraknya peredaran narkoba di bumi seribu pulau ini. Hal ini dilakukan oleh Ditres Narkoba Polda Maluku dalam gelar ekspouse perkara tindak pemberantasan Narkoba yan disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Nakoba (Dit Res Narkoba) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Thein Tabero SH,S.Ik , Kamis (27/04) bertempat di Kantor Ditres Narkoba Polda Maluku.

Dalam ekspouse perkara tindak pemberantasan Narkoba tersebut, kepada awak media Ditres Narkoba Polda Maluku menyampaikan bahwa terhitung dari tanggal 1 April 2017 sampai tanggal 27 april 2017 tercatat ada 7 tindak pidana kasus narkoba yang ditangani oleh Ditres Narkoba Polda Maluku beserta 8 orang tersangka yang ditangkap oleh Tim Ditres Narkoba Polda Maluku. Adapun 8 tersangka yang ditangkap oleh Tim Ditres Narkoba Polda Maluku salah seorang diantara 8 yaitu Brigadir Kepala (Bripka) Johanes Brando Anggota Polri, yang berdinas di Satuan Sabhara Dinas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, yang berdomisili di jalan Pemuda RT 02/ RW 05 Kelurahan Amantelu Kecamatan Sirimau.

Saat diciduk pada hari Rabu 5 April 2017 dirumahnya, bersama alat bukti 1 buah Kotak warna Putih yang dipakai untuk menyimpan Narkoba jenis sabu-sabu, 1 buah Dompet berisi timbangan, 13 plastik pembungkus sabu-sabu ,1 buah Handphone, 1 ATM yang dipakai untuk alat transaksi. Sedangkan Ahmad Junaidi Sahban diciduk 5 April 2017 pukul 22.00 Wit bersama 10 paket narkoba jenis sabu, 2 buah HP, sejumlah uang Rp. 940.000 dan 1 buah sepeda motor.

Lain halnya dengan Ali Ade Firman yang berprofesi sebagai tenaga honorer PT Angkasa Pura dan Sharil Amal Bin Tahir, tertangkap oleh Tim Ditres Narkoba Polda Maluku dilokasi Bandara Internasional Pattimura pada Kamis (20/04) pukul 15.00 Wit dengan barang bukti 2 paket narkoba jenis sabu-sabu. Roy Joseph pun demikian, tertangkap pada Jumat (17/3) jam 23.30 Wit. pria kelahiran Ambon 1 April 1978 yang berdiam di Kampung Baru Desa Galala, Kecamatan Sirimau ini juga ditangkap dengan alat bukti 1 Paket Sabu-sabu, satu buah HP.

Satu lagi perempuan yang diciduk Prisilia Latuperisa alias Pris, yang bertempat tinggal di RT 02/RW 05 Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe kota Ambon, dengan Paket yang disita berupa 1 paket sabu-sabu, 1 buah dompet kulit, satu buah kaca bong, 1 buah pipet plastic, Korek api, gulungan alumunium. Dia tertangkap pada hari kamis 6 April 2017, pukul 22.00 Wit, dilokasi Penginapan Nyaman Kelurahan Honipopu Kecamatan Sirimau.

Lain lagi dengan Muhammad Bryan yang masih berusia 17 tahun ini ditahan dan dipercepat berkasnya, dan telah berkoordinasi dengan lapas, dengan barang bukti yang diamankan yaitu 2 Paket Ganja dibungkus dalam kemasan pembungkus kertas nasi warna coklet, satu pak kertas rokok cap Semar , satu paket potongan kertas nasi sisa ganja, ditangkap pada 14 April 2017 jam 23.30 (jam setengah 12 malam) tepatnya di Jalan Raya Kebun Cengkeh Gadihu. Kemudian Andrianto Hamid 33 tahun ditangkap sebagai pengedar dan pemakai narkoba yang berdomisili di Desa Talake dengan barang bukti yang disita berupa satu paket sabu-sabu, satu timbangan yang dipakai untuk menimbang berat sabu-sabu, 3 pak plastic yang dipakain untuk mengisi sabu-sabu untuk dijual ke pembeli, 2 gulung Alumunium foil untuk alat isap sabu, 5 buah fireg, 3 korek api, satu buah kartu kredit ATM BCA, dan uang senilai Rp. 16 Juta yang didapat dari hasil penjualan sabu-sabu, 2 buah Handphone. Andrianto Hamid tertangkap dilokasi jalan Ir M Putuhena (Poka/ Rumah Tiga) Kecamatan Teluk Ambon pada pukul 1.55 Wit, (1 Malam).

Untuk proses Hukum yang akan dijalani oleh 8 orang tersangka yang ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Maluku akan dikenai sanksi hukum dengan pasal 114 ayat 1 subsidier 112 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan kurungan 4 tahun. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top