Maluku Utara

Masyarakat Malut Serahkan Senjata Api ke Satgas Yonif 726 / TMl

Ambon,Maluku – Keberadaan satuan tugas pengamanan daerah rawan di wilayah Maluku Utara menjadi sangat strategis keberadaannya. TNI AD selain sebagai perbantuan kekuatan dalam menjaga situasi wilayah, juga turut menjalankan fungsi pembinaan dan penggalangan teritorial termasuk diantaranya untuk menarik keberadaan senjata api yang masih dimiliki oleh masyarakat pasca konflik.

Kepala Humas dan Penerangan  Kodam XVI Pattimura,Kolonel Infanteri Hasyim saat dikomfirmasi INTIM NEWS, Jumat (7/4) membernarkan adanya  penyerahan senjata api oleh masyarakat Desa Popilo Kec. Tobelo Halmahera Utara kepada Satgas Yonif 726/Tamalatea pada Kamis kemarin.

“Satgas Yonif 726/Tamalatea adalah Satgas yang bertugas menggantikan Yon Armed 12/Kostrad pada 23 November silam, selama 5 bulan melaksanakan tugas Yonif 726/Tamalatea yang memiliki Markas Komando Taktis di wilayah Toboko Kota Ternate serta dibantu pos-pos yang tersebar di Maluku Utara telah berhasil melakukan penggalangan senjata api baik organik maupun rakitan yang dimiliki oleh masyarakat, seperti halnya pada 4 april lalu berhasil mendapatkan 1 (satu) pucuk Senjata Mesin Berat (SMB) jenis Browning Machine Sun Cal. 50 mm dengan kode registrasi U.S 315639 produksi Amerika Serikat yang diperoleh dari masyarakat Desa Popilo Kec. Tobelo Halmahera Utara,” ungkap Kapendam.

17841539_1419645424725407_327732258_nDikatakannya penyerahan senjata Api oleh Masyarakat kepada Kapten Inf Irfan Nasir (Komandan SSK IV Mede), yakni 7 pucuk senjata api organik berbagai jenis antara lain senapan laras panjang Garrand, Arizakan dan Springfield M 1903 serta 132 senjata api berbagai jenis, 10 Pucuk bahan peledak jenis Boby Trap dan rakitan, 609 Butir munisi berbagai kaliber, 1 buah magazen senapan M16 serta 2 pucuk laras rakitan.

” Sesuai dengan Informasi yang diterima oleh Penerangan Kodam XVI Pattimura dari Wakil Komandan Satgas Yonif 726/Tml Kapten Inf Ary Eko P menyampaikan bahwa berbagai senjata hasil penggalangan dari masyarakat merupakan hasil kerja keras seluruh Personel satgas di lapangan yang senantiasa berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat khususnya di sekitar wilayah pos masing-masing sehingga pada akhirnya dengan pendekatan secara kekeluargaan serta pemberian pemahaman tentang bahaya maupun ancaman hukuman apabila menguasai senjata api illegal juga pemberian jaminan rasa aman sehingga masyarakat secara sukarela menyerahkan senjata api organik maupun rakitan kepada personel satgas,” ucapnya.

Sementara itu  berdasarkan laporan yang diterima oleh Kodam XVI Pattimura dari Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Sachono,S.H., M.Si selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamrahwan, menyampaikan pelaksanaan tugas Satgas Yonif 726/Tamalatea yang telah 5 bulan berjalan menunjukan kinerja yang sangat baik dengan indikator stabilitas situasi keamanan di Wilayah Maluku Utara. Selain itu juga sesuai dengan atensi dari pimpinan TNI untuk melaksanakan penggalangan senjata masih beredar di masyarakat. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top