opini

Kesempatan Perempuan Berkarya Tanpa Diskriminasi

Oleh : Jenci E. Ratumasa, S.H
(Alumnus Fak.Hukum Unpatti)

Bagaimana cara para perempuan Indonesia memaknai perayaan 21 April ? Apakah sosok Kartini benar-benar memberi pengaruh besar dalam kehidupan berbangsa saat ini ? Adalah pertanyaan-pertanyaan menarik yang perlu ditelaah dengan baik. Perayaan hari yang juga bisa disebut sebagai hari Perempuan ini, harus dimaknai bukan hanya dengan kebaya batik, sanggul atau penampilan perempuan Jawa saja, tapi harusnya dimaknai lebih luas sebagai hari perempuan Maluku, Papua, Kalimantan, NTT, Sumatera dan Sulawesi dan lainnya sehingga penampilan dan semangat juang Kartini dapat sampai ke daerah lain di Indonesia.

18083793_1602339086445470_2089268149_o

Jenci E.Ratumassa,S.H

Sekilas menilik sejarah tanggal 21 April dirayakan sebagai peringatan atas jasa salah seorang wanita paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ya, hari Kartini telah ditetapkan oleh Presiden Soekarno sejak tahun 1964 sebagai hari besar Nasional. Selain merayakan ulang tahun Raden Ajeng Kartini, salah satu pejuang emansipasi perempuan paling pertama di Indonesia, diharapkan 21 April juga bisa menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak-hak mereka dalam masyarakat Indonesia.

Maka tak dapat dipungkiri bahwa Emansipasi perempuan Indonesia dan perjuangannya tentu lahir dari sosok yang sering disebut “Ibu Kita Kartini” ini. Sosok Kartini merupakan inspirasi bagi semua perempuan Indonesia yang berjuang ditengah keberadaannya dari kalangan ningrat (bangsawan) namun peduli terhadap hidup perempuan dari kalangan biasa.

Semangat juang Ibu Kita Kartini telah membuka sejumlah pintu bagi para perempuan Indonesia untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan hak-hak mereka. Hingga saat ini banyak perempuan Indonesia yang memiliki gelar dan berkarir sudah setara dengan laki-laki.

Dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo misalnya, ada beberapa Menteri perempuan yang dipercaya mengemban tugas Negara yang setara dengan laki-laki dan tidaklah mudah bahkan dari mereka ada beberapa yang dikenal sangat berani dalam program kerja di Kementriannya sebut saja, Susi Pujiastuti, Sri Mulyani, Puan Maharani, Retno Lestari Priansari Marsudi, Siti Nurbaya Bakar, Nila Djuwita Moeloek, Khofifah Indar Parawansa, Rini Soemarno, dan Yohana Yembise.

Mereka adalah gambaran Kartini masa kini yang dapat menginspirasi perempuan- perempuan Indonesia lainnya. Dari sini menjadi tolak ukur bahwa bangsa ini juga sudah mulai terbuka dan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkarya dan mengabdi secara luas.

Yang penting tidak ada diskriminasi. Berilah kesempatan yang sama, jangan ada penghalang atau rintangan (Barrier), dan sebagainya. Dengan demikian perempuan Indonesia akan berkarya. (**)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top