Berita Parlemen

Aliansi BEM Kota Ambon, Suarakan Tolak Tunda Pemilu

IMG-20220411-WA0199

AMBON,MALUKU – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-kota Ambon, menggelar aksi unjuk rasa di pelataran gedung DPRD Maluku, Senin (11/04/2022).

Pantauan INTIM NEWS di lokasi, Aliansi BEM menyoroti sejumlah permasalahan nasional diantaranya, wacana penundaan pemilu dan penambahan masa jabatan presiden.

IMG-20220411-WA0207

Selain itu, naiknya harga BBM jenis Pertamax, yang dinilai sangat memberatkan masyarakat dan berdampak pada melonjaknya harga bahan pokok, disuarakan aliansi tersebut.

Aksi Aliansi BEM di pelataran gedung DPRD Maluku ini, merupakan aksi nasional yang dilakukan serempak hampir di seluruh pelosok tanah air.

Dalam orasinya, Jihad Nahumarury Presiden Mahasiswa Unidar Ambon menyatakan, negara membuat regulasi yang membunuh rakyat, ini merupakan kejahatan sistematis.

” Wacana penundaan Pemilu adalah upaya menabrak konstitusi, mengacaukan demokrasi dan ini bentuk politik yang tidak sehat,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, sebagai representasi masyarakat, DPRD diminta lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi.

” Kami meminta, ibu dan bapak DPRD lebih peka terhadap permasalahan rakyat, kelangkaan minyak goreng terjadi, dimana anda tidak secara langsung merasakan namun dirasakan orang tua kami,” serunya.

IMG-20220411-WA0204

Setelah berorasi kurang lebih 3 jam, massa langsung di temui Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury beserta Anggota DPRD dari 4 komisi.

Di hadapan mahasiswa, Wattimury mengapresiasi kehadiran mereka di gedung DPRD Maluku.

” Langkah adik-adik sudah sangat tepat. Kami menyampaikan terimakasih, kami akan melanjutkan ke pemerintah pusat. Aksi hari ini memberikan dukungan pada kami, agar terus memperjuangkan hak-hak masyarakat,” kata Wattimury.

IMG-20220411-WA0203

Terkait BBM, sebutnya, setelah kami memanggil pihak- pihak terkait untuk mempertanyakan kelangkaan BBM, Selasa besok Komisi II akan ke Jakarta bertemu dengan Menteri ESDM dan kepala SKK Migas, membicarakan persoalan perminyakan di Provinsi Maluku.

Perlu diketahui, 4 poin tuntutan mahasiswa antar lain, pertama, Aliansi BEM se Kota Ambon menolak penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan Presiden dan Wakil Presiden karena melanggar pasal 7 UUD 1945 tentang masa periodesasi Presiden dan Wakil Presiden yang dibatasi maksimal hanya 10 tahun.

Kedua, Aliansi BEM se Kota Ambon mendesak DPRD Provinsi Maluku untuk memanggil dan mengevaluasi Pertamina Cabang Ambon, terkait dengan kelangkaan BBM jenis Pertalite akibat dari naiknya harga BBM jenis Pertamax.

IMG-20220411-WA0205

Ketiga, menuntut pemerintah daerah provinsi Maluku untuk mementingkan kesejahteraan masyarakat, melalui subsidi atau bantuan langsung tunai, terkait dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Serta, keempat, Aliansi BEM se Kota Ambon menuntut pemerintah daerah provinsi Maluku dan DPRD Provinsi Maluku untuk menjaga dan mengelola pasokan, distribusi, kestabilan harga kebutuhan pokok melalui kebijakan yang tegas dan strategis. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com