Kota Ambon

Perbaikan Jalan Vital Menuju Ahuru Oleh BWS Maluku Dinilai Asal-Asalan

IMG-20210902-WA0006
Rovik Afifudin - Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil Kota Ambon

AMBON,MALUKU – Pasca pengerjaan Megaproyek Chek Dam Ahuru oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku, kondisi jalan vital menuju Ahuru Goa RT 008/017 rusak total.

Pihak BWS Maluku sendiri, telah berkomitmen untuk memperbaiki jalan vital rusak total tersebut, hanya saja, 2 kali perbaikan dinilai asal-asalan.

Armando Fenanlampir, tokoh masyarakat Ahuru kepada INTIM NEWS, Senin (25/10/2021) menjelaskan, akibat pengerjaan chek dam, jalan hotmix satu-satunya yang sebelumnya dalam kondisi baik, mengalami kerusakan parah akibat dilalui alat berat pengangkut material proyek.

Dirinya membeberkan, kerusakan itu sudah ada kesepakatan antara pihak BWS dan warga, yang mana BWS akan melakukan perbaikan atas jalan warga yang rusak, selama proses pengerjaan proyek.

Kondisi Jalan Setelah 2 Kali Pengerjaan

Kondisi Jalan Setelah 2 Kali Pengerjaan

” Kesepakatan antara BWS dan warga disini, akan dilakukan perbaikan jalan yang rusak, dimana perbaikan pertama pada beberapa titik yang rusak berat, yakni di Puskesmas dan sekitarnya. Namun ketika selesai, kini rusak lagi,” ujarnya.

Ia menilai, pengerjaan perbaikan jalan tersebut asal-asalan karena tidak dilakukan pemadatan dasar jalan yang rusak, konstruksinya tidak sesuai dengan kondisi struktur tanah, sehingga dengan mudah terjadi kerusakan lagi.

” Ini bukan perbaikan namun pekerjaan tambal sulam, bukan perbaikan secara keseluruhan sehingga ada sebagian dikerjakan namun sebagian tidak dikerjakan, minimal perbaikan jalan lebih baik daripada kondisi sebelumnya,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Afifudin kepada media ini, Selasa (26/10/2021), menyayangkan, kalau jalan yang sudah dilakukan perbaikan sampai dua kali tetapi kenyataan masih rusak, maka ini perlu dipertanyakan.

IMG_20211026_084501

Oleh karena itu, kata Afifudin, waktu dekat komisi akan melakukan on the spot dilokasi jalan tersebut, bila perlu akan memanggil pihak BWS untuk mempertanyakan konstruksinya.

” Kalau memang yang dikerjakan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kemudian tidak memperhatikan kualitas, saya kira itu tidak boleh terjadi, jadi harus benar-benar dikerjakan dengan tetap menjaga kualitas jalan sehingga, bisa bertahan lama.Nanti setelah kita lakukan on the spot, kita akan panggil BWS untuk bisa menjelaskan, agar mengetahui apa penyebabnya,” pungkasnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com