Berita Parlemen

Perlu Transparansi Pengelolaan Tarif Angkutan Umum

IMG-20210806-WA0032
Edison Sarimanella - Anggota DPRD Kota Ambon asal Partai Hanura

AMBON,MALUKU – Seiring kebijakan nasional yakni, penghapusan BBM jenis premium dan dialihkan ke Pertalite harga khusus (PLK), Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah melakukan menyesuaikan tarif angkutan kota.

Sekedar tahu, tarif yang disesuaikan mengalami kenaikan berkisar Rp500 hingga Rp1.200 untuk seluruh trayek angkutan umum baik untuk ganjil maupun genap.

Edison Sarimanela, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Senin (13/09/2021), menyikapi penyesuaian tarif angkutan umum oleh Pemkot Ambon tersebut.

” Menyangkut tarif angkutan umum ini, harus ada transparansi dan pengelolaan yang baik dari pihak Pemerintah Kota Ambon, khususnya Dinas Perhubungan,” ungkap Sarimanela, di kantor DPRD Maluku.

Transparansi dan pengelolaan yang baik ini, menurutnya, dimaksudkan agar masyarakat juga memahami bahwa besaran kenaikan tarif dan kemanakah sub anggaran ini, sehingga tidak terjadi miss komunikasi antara penumpang dan pengemudi trayek.

Sebut Sarimanela, dasar perhitungan tarif angkot baru di Ambon, menyesuaikan komponen bahan bakar, jadi format hitungan tarif baru berdasar pada perhitungan kenaikan BBM serta sparepart kendaraan yang di kompare dari masukan pengusaha angkutan dan awak angkutan kota.

” Jadi, yang dibutuhkan saat ini adalah sosialisasi dari pihak Dishub, karena tarif kenaikan yang ditetapkan belum tentu sampai ke lapangan, pasti ada pengemudi trayek yang nakal memainkan harga bertentangan dengan regulasi yang ditetapkan,” cetusnya.

Kemudian, Sarimanela meminta, Dishub harus juga melakukan pengawasan secara seksama. Tujuannya, agar masyarakat benar-benar tidak dirugikan dengan kenaikan tarif angkutan ini. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com