Berita Parlemen

Maluku Jangan Terlena Dengan Fakta Sejarah

WhatsApp Image 2021-08-21 at 22.58.46
Rovik Afifudin - Anggota DPRD Maluku

AMBON,MALUKU – Dengan adanya pembangunan beberapa proyek strategis seperti Ambon New Port untuk tercapainya Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang terstruktur, Maluku ke depannya bisa lebih baik dan memberi harapan bagi masyarakat.

” Untuk itu, kita harus bergegas keluar dari beberapa fakta sejarah yang terkesan historis. Misalnya, Maluku adalah salah satu dari delapan provinsi yang mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia,” ungkap Legislator Maluku, Rovik Afifudin.

Hal ini dikemukakan Afifudin, menanggapi pidato Ketua DPRD Maluku pada peringatan HUT Provinsi Maluku pada Paripurna yang diselenggarakan, Kamis (19/08/2021) .

Kata Afifudin, dalam pidato Ketua DPRD disebutkan, ketidakadilan namun tidak merincikan apa bentuk-bentuk ketidakadilan itu sendiri.

” Kalau dalam ruang publik bisa diartikan, sebagai “baperan” kita ke Pemerintah Pusat, untuk mendapat perhatian,” ujar Afifudin yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Maluku.

Padahal, tandas Afifudin, terlepas dari sejarah historisnya, Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat mensejahterakan masyarakat dan dapat berkontribusi lebih untuk negara.

Menurut Afifudin, penetapan Ambon New Port sebagai pusat distribusi, setelah melalui suatu kajian yang matang dan menjadi program strategis nasional, maka kita harus memanfaatkan dengan baik.

” Artinya, Maluku akan menjadi salah satu pusat distribusi di kawasan timur Indonesia, kemudian geografis Maluku yang dekat dengan laut Pasifik dan Cina Selatan, sebagai salah satu nilai jalur bisnis internasional, akan bermanfaat besar bagi Maluku,” bebernya.

Afifudin menambahkan, ketika sumber daya alam kita dikelola secara profesional dengan melibatkan anak-anak Maluku, baik sebagai pekerja ataupun investor maka manfaatnya sangat terasa.

” Dengan demikian, Maluku akan menjadi daerah yang maju dan juga lebih diperhitungkan nantinya dengan kekayaan yang kita miliki, bukan cuma karena historisnya dan membahas ketidakadilan pembangunan,” pungkas Afifudin. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com