Berita Parlemen

DKP Maluku Jangan Beri “Gula-Gula” Tanpa Langkah Kongkrit

IMG-20210826-WA0115
Turaya Samal - Anggota DPRD Maluku sekaligus Ketua Fraksi PKS Maluku

AMBON,MALUKU – Terkait sampah kapal andon yang umumnya berasal dari Sulavesi Selatan maupun Tenggara, pada kawasan konservasi Taman Pulau Kecil (TPK) Kei Kecil, Maluku Tenggara, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku harus mengambil langkah konkrit.

Turaya Samal, Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, kepada INTIM NEWS, Kamis (26/08/2021), berjanji, akan memanggil DKP Maluku untuk persoalan sampah-sampah tersebut.

” DKP jangan memberikan “gula-gula” (permen-red) terus kepada masyarakat begitupun kepada kita di DPRD, kita akan panggil pihak DKP untuk tidak selalu memberikan janji, tapi harus memberikan langkah kongkrit persoalan tersebut,” tegas Turaya.

Kata Turaya, kalau kondisinya sudah seperti ini, mestinya pemerintah harus tegas menyikapi persoalan tersebut, karena yang rugi bukan pemerintah tapi masyarakat.

Fakta selama ini, urai Turaya, pemilik kapal andon ini yang mendapat keuntungan, ditambah dampak positif ke daerah tidak ada, malah kini adanya temuan sampah di wilayah konservasi.

Turaya menduga, ada pihak-pihak yang mendapat keuntungan sehingga aktivitas ini terus berlangsung.

” Saya merasa prihatin, sayang jika hasil diambil tidak tahu hasilnya masuk kemana, pajaknya masuk kemana kemudian mereka pergi tinggalkan kerugian buat daerah setempat,” sesal Turaya.

Dirinya menambahkan, jadi prinsipnya, kita akan berdiskusi di komisi. Saya akan komunikasikan untuk segera kita panggil pihak terkait, dalam hal ini DKP untuk secepatnya bisa menyikapi hal tersebut, agar tidak terjadi eksploitasi telur ikan secara ilegal dan kerusakan wilayah konservasi akibat sampah. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com