Seram Bagian Timur

Kolatfeka Akui Upaya Cepat Pemda Sikapi Bencana Di SBT

Costantinus Kolatfeka
Costantinus Kolatfeka

Ambon, Maluku – Setidaknya ada lima (5) desa di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tertutama di wilayah pesisir dihantam banjir rob yang berakibat kerusakan pada pemukiman dan rumah warga.

Costantinus Kolatfeka Anggota Komisi C DPRD SBT di Ambon menyatakan, banjir rob yang terjadi di SBT merata di semua kecamatan, kecamatan Pulau Gorom, Gorom Timur, Kesuy, Watubela, Teor dan Kecamatan Siritau Wida Timur, dimana ada lima desa cukup terdampak banjir rob.

Atas kejadian banjir rob yang berakibat fatal ini, Pemda SBT telah mengambil langkah dimana, Bupati SBT Mukti Keliobas mengeluarkan Perbup nomor 207 tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana di SBT, kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) SBT juga, melalui Kepala Badan, Usman Keliobas telah mengeluarkan surat nomor 360 perihal permohonan bantuan, pada penanganan tanggap darurat.

Dikatakan,untuk menindaklanjuti bencana tersebut Komisi C DPRD SBT berkoordinasi secara intensif dengan pihak terkait.

“Langkah yang diambil,  melakukan koordinasi secara intensif ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Kemudian atas permintaan dari badan penanggulangan bencana untuk menanggapi secara cepat situasi yang terjadi di SBT, kami meminta bantuan berupa, gerobak dan bronjong kurang lebih 200 buah, untuk secara cepat melihat potensi yang bisa kita tanggulangi,” tandas Kolatfeka.

Kolatfeka juga berharap, dengan putusan Bupati terkait status tanggap becana, harus juga di ikutsertakan dalam kebijakan anggaran, sehingga tidak saja secara cepat ditanggulangi pihak BWS Maluku, namun juga Pemda SBT.

“Saya mengapresiasi Pemda SBT, balai sungai wilayah Maluku, yang kemudiaan sangat cepat tanggap dan memberi perhatian sungguh kepada masyarakat di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT),” tutup Kolatfeka. (CR-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com