Ekonomi

3 Ohoi di Kei Besar Utara Timur Nikmati Listrik 24 Jam

Bupati Malra M. Thaher Hanubun, Manager PLN UP3 Tual-Malra Alexander Manuhua, bersama pimpinan dan anggota DPRD Malra, usai peresmian Listrik Desa di Kei Besar Utara Timur

ELAT,MALUKU – Manager PT PLN (Persero), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tual-Maluku Tenggara (Malra), Alexander Manuhua menyatakan, peresmian listrik masuk ohoi Ohoifau, Ohoifaruan dan Ohoi Watlaar, pada Rabu (05/05/2021), merupakan peristiwa penting yang akan menjadi awal baik untuk masyarakat 3 ohoi, di Kecamatan Kei Besar Utara Timur (Kebut).

” Atas nama PT. PLN (Persero) Unit Induk dari wilayah Maluku dan Maluku Utara UP3 Tual, menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Maluku
Tenggara beserta jajarannya, pimpinan dan anggota DPRD, stakeholder,
serta seluruh masyarakat Kebut, yang selalu membantu dan memberikan dukungan penuh, dalam kelancaran
proses penebangan pohon, perbaikan jaringan sampai penyalaan,” ujar Manuhua.

Manuhua katakan, penyalaan Listrik Desa di Ohoifau, Ohoifaruan dan Ohoi Watlaar, merupakan peresmian ke-4 untuk listrik desa di Pulau Kei Besar.

” Untuk melistriki ketiga desa tersebut, PLN telah membangun infrastruktur kelistrikan, diantaranya, Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sebesar 5,9 Kms, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sebesar 1,1 Kms dan Gardu Distribusi sebanyak 3 unit,” beber Manuhua.

IMG-20210506-WA0034

Manuhua merincikan, pada peresmian sebelumnya, telah dinyalakan listrik desa sebanyak 29 Desa, dengan
jumlah pelanggan yang telah tersambung sebanyak 1.685 pelanggan.

” Hari ini sebanyak 125 pelanggan/ rumah yang telah disambung, terdiri dari 76 pelanggan/rumah di desa Ohoifau, 48 Pelanggan di desa Ohoifaruan dan 1 pelanggan dari 104 potensi pelanggan di desa Watlaar, sehingga dalam kurun waktu 1 tahun, total jumlah pelanggan/rumah tersambung, sebanyak 1.810 pelanggan,” sebut Manuhua.

Dirinya menuturkan, peran serta dari masyarakat dan pemerintah daerah, sangat dibutuhkan untuk menjaga
kehandalan dan kelangsungan penyalaan listrik di Desa Ohoifau, Ohoifaruan dan Watlaar, termasuk desa-desa lain di Kei Besar.

” Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama, menjaga aset jaringan untuk kepentingan masyarakat, dengan merelakan pohon yang berdekatan dengan jaringan untuk di tebang karena berpotensi, menyebabkan gangguan serta kerusakan jaringan dan kerusakan mesin sehingga, berdampak lampu padam,” ujarnya.

Manuhua juga mengingatkan warga, agar menggunakan listrik sesuai dengan peruntukan dan tidak menyalahgunakan penggunaan listrik/ pemakaian listrik secara ilegal karena akan berdampak pada bahaya kebakaran dan kerugian masyarakat sendiri.

” Saya menghimbau masyarakat di desa Ohoifau, Ohoifaruan dan Ohoi Watlaar, dengan penyalaan listrik maka kabel listrik yang terpasang, akan bertegangan selama 24 jam. Untuk itu, kami menghimbau agar dalam melaksanakan aktivitas di kebun atau dimanapun, jangan menyentuh kabel listrik karena, akan berakibat tersengat listrik dan membahayakan bagi keselamatan jiwa,” imbaunya. (Suat)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top