Lintas Peristiwa

SDA Gencar Dieksploitasi, Satwa di Papua dan Maluku Terancam Punah

WhatsApp Image 2021-03-23 at 09.04.20

MANOKWARI, INTIM NEWS – Sumber Daya Alam (SDA) di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku, merupakan rumah bagi ribuan satwa. Salah satu diantaranya, burung surga atau cenderawasih. Namun, gencar dieksploitasi, burung cendrawasih terancam punah.

Bertepatan dengan Hari Hutan Sedunia, pada 21 Maret 2021 kemarin, Yayasan EcoNusa dan Cornell Lab of Ornithology, kampanyekan gerakan pelestarian hutan yang merupakan kawasan habitat Cenderawasih, di kedua wilayah tersebut dengan tema ‘Defending Paradise’.

Bustar Maitar, CEO Yayasan EcoNusa mengatakan, Defending Paradise adalah sebuah kampanye yang diluncurkan untuk menjaga harmoni alam (hutan) di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

WhatsApp Image 2021-03-23 at 09.01.43

” Kita menyebut paradise karena Papua dan Maluku, ibarat sepenggal surga yang jatuh ke bumi, maka harus wajib dijaga,” ujar Bustar, dalam Siaran Pers Defending Paradise, Senin (22/03/2021), yang diteriam INTIM NEWS.

Paradise juga, lanjut dia, adalah hutan dan laut yang ada di Papua dan Maluku, akan menghidupkan semua orang anak-anak adat di kedua wilayah ini.

” Perlu juga menjadi penjaga iklim terbesar yang ada saat ini di Indonesia dan dunia, sehingga merupakan aset yang harus kita jaga untuk mempertahankan kehidupan dalam jangka waktu yang panjang,” ucapnya.

Dan cenderawasih yang juga disebut bird of paradise, kata dia, bisa menjadi ikon dalam kampanye ini. “Berdasarkan buku Ekologi Papua, Tanah Papua menjadi rumah bagi 2.560 jenis ikan, 552 spesies burung, 191 mamalia, 150.000 serangga dan 15.000-20.000 spesies tumbuhan,” ungkap Bustar.

Ia menyebutkan, salah satunya adalah burung surga cenderawasih yang telah dikenal hingga penjuru dunia sejak berabad-abad lalu. Ada 9 spesies cenderawasih merupakan endemik yang hanya dapat ditemui di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku.

” Kita punya 7 spesies cenderawasih endemik hanya hidup di wilayah tertentu di Tanah Papua. Sedangkan 2 spesies cenderawasih endemik lainnya hanya dapat ditemukan di Pulau Halmahera dan Pulau Obi di Maluku Utara,” ucapnya.

Sayangnya, dirinya menilai, saat ini cenderawasih tengah menghadapi ancaman. “Burung surga ini terus kehilangan rumah, sebab penebangan hutan, perluasan perkebunan skala besar, pertambangan dan pembukaan lahan mengancam cenderawasih dan seluruh ekosistem alam,” tuturnya.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada periode 2018-2019, ia membeberkan, Tanah Papua yang tutupan hutannya terluas di Indonesia, mengalami kehilangan hutan seluas 11.212,2 hektar di Provinsi Papua dan Papua Barat berjumlah 5.296,1 hektar.

Lebih lanjut dijelaskan, sedangkan di Kepulauan Maluku, kehilangan tutupan hutan seluas Provinsi Maluku 1.271,8 hektar dan Maluku Utara 3.326,8 hektar. Berdasarkan analisis Tim Riset EcoNusa, Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku total menempati area seluas 11,39 juta hektar. Sekitar 86 persen dari total luas IUP tersebut berada di hutan alam primer.

” Jika hutan di seluruh area pertambangan ini dibuka, maka kemungkinan 10 persen hutan alam primer di Indonesia atau setara dengan 149 kali luas Ibukota DKI Jakarta, akan hilang. Kemudian, ditambah dengan rencana lumbung pangan di Tanah Papua yang akan mengkonversi 1.304.574 hektar kawasan hutan dan 734.777 hektare areal penggunaan lain di Kabupaten Merauke,” ungkapnya.

Sementara itu, rencana pengembangan lumbung pangan ini dinilai akan mengancam keberadaan nilai-nilai kehidupan, sosial, budaya dan ekonomi suku-suku di Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel atau suku lain yang akan dijadikan lumbung pangan. Termasuk didalamnya adalah, habitat cenderawasih.

” Kehilangan hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku, tidak hanya mengancam keberadaan cenderawasih sebagai satwa dilindungi dan identitas budaya masyarakat setempat. Melainkan, juga mengancam keberlangsungan seluruh rantai kehidupan di dalam ekosistem, termasuk kehidupan masyarakat adat dan budaya warisan turun temurun. (Safwan)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com