Kesehatan

Kadinkes : Salah Penginputan Data Pengaruhi Pembayaran Insentif Dokter

IMG-20210127-WA0094

AMBON,MALUKU – Pembayaran insentif dokter yang bertugas di RSUD dr. M. Haulussy, Kudamati, Ambon, dipengaruhi kesalahan penginputan data pada aplikasi.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Maluku, Meykal Pontoh, kepada awak media usai rapat kerja pimpinan dan anggota tim I bidang pengawasan tugas Covid- 19 DPRD Maluku, dalam rangka membicarakan hak-hak tenaga medis tahun 2020, Rabu (27/01/2021)di Kantor DPRD.

” Insentif tahun 2020 bagi dokter-dokter yang ada di RSUD dr Haulussy, sudah dibayarkan hingga Agustus 2020, sementara untuk bulan September sampai Desember, itu belum. Salah penginputan data, pengaruhi pembayaran insentif dokter. Hal itu karena, ada perubahan pengajuan yang tadinya secara manual, kini harus dilakukan dalam bentuk aplikasi. Nah, ada beberapa kesulitaan yang dirasakan oleh tenaga yang melakukan penginputan, terhadap data-data,” ungkap Pontoh.

Misalnya, sebut dia, ada beberapa petugas kesehatan yang NPWP atau NIK-nya salah, ketika di input ke dalam sistem, maka sistem itu akan menolak untuk masuk dalam aplikasi, sehingga itu salah satu sebab yang menyebabkan terhambat.

Ia menuturkan lagi, ada pula perhitungan untuk pembayaran insentif, yakni, tergantung pada berapa banyak tugas dan berapa lama tugas oleh 1 orang petugas yang bertugas di RSUD, milik Pemda baik RSUD dr Haulussy maupun RSUD Tulehu yang melayani pasien Covid-19.

Pontoh di kesempatan itu juga menambahkan, terkait vaksinasi, sejauh ini masih tenaga kesehatan yang divaksinasi dan ditargetkan, sampai Februari akhir untuk tenaga kesehatan sudah selesai.

” Setelah itu, barulah vaksinasi akan dilakukan bagi mereka yang melakukan pelayanan publik yakni, polisi, tentara, pedagang pasar, tokoh agama, tokoh masyarakat, baru kemudian masyarakat,” pungkasnya. (Vera)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com