Lintas Peristiwa

Antisipasi Dampak Rasis, Polres Manokwari Kumpulkan Para Tokoh

IMG-20210127-WA0051

MANOKWARI, INTIM NEWS – Pasca terjadinya postingan yang bernada rasisme, di sosial media (Facebook), Polres Manokwari, menggelar pertemuan bersama seluruh tokoh, diantaranya, tokoh pemuda, agama dan suku nusantara di daerah ini.

Kapolres Manokwari, AKBP. Dadang Kurniawan menjelaskan, lewat pertemuan bersama dengan setiap elemen tokoh pemuda, tokoh agama dan suku nusantara ini, pihaknya menginginkan agar kejadian rasis tidak lagi terjadi kembali di Manokwari.

” Kami membuat pertemuan ini untuk meminimalisir setiap ujaran kebencian, rasis dan lainnya agar tidak terulang kembali,” ujar Dadang, Rabu (27/01/2021)

Lanjut dia, masyarakat dan setiap elemen harus lebih santun saat berada dalam media sosial. “Saya juga ingatkan, untuk masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax,” tuturnya.

Dari pertemuan tersebut, ujar dia, telah muncul beberapa poin, yang menjadi kesepakatan bersama seluruh pihak, termasuk Polri, TNI dan Kesbangpol Kabupaten Manokwari.

” Semuanya sepakat, permasalahan ini tidak boleh di jenderalisasi. Jadi, kalau ada persoalan yang hanya individu seseorang, maka dia saja yang bertanggungjawab, tidak boleh dilibatkan ke suku,” ucap Dadang.

Tidak hanya itu, kata Dadang, dari perwakilan tokoh-tokoh yang datang, semuanya menyadari bahwa keamanan dan ketertiban kabupaten Manokwari lebih penting.

IMG-20210127-WA0050

” Mereka ingin, supaya berikutnya harus hadirkan anak-anak muda, sehingga sinergi antara orang tua dan pemuda, bersama dengan TNI Polri,” ujarnya.

Harapan Kapolres, pelakunya tetap di proses, masyarakat siap mendukung Polri dalam proses penegakan hukum dan semuanya bersaudara.

Sementara itu, Kepala Suku Pegunungan Tengah, Diben Danggu Weya juga mengingatkan, pihaknya beberapa hari terakhir ini, memilih untuk mengamankan anak-anak mahasiswa.

” Lewat informasi rasis, Saya langsung menuju ke asrama mahasiswa agar tidak ikut aksi dan lainnya,” sebut Diben.

Pesan dia, saat ini semua pihak harus menjaga diri di media sosial. “Tahun 2019 lalu, Jakarta memulainya terjadi, kita di Papua juga kena,” ucapnya.

Harapan dia, saat ini masing-masing harus mulai jaga diri, sebagai saudara dalam suku Nusantara dan harus saling menjaga. (Safwan)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com