Maluku

Gubernur : Anggota KORPRI Jaga Integritas dan Netralitas

IMG-20201130-WA0070

TIAKUR,MALUKU – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-49 di Provinsi Maluku, tahun ini berlangsung berbeda. Gubernur Maluku, Murad Ismail, selaku inspektur memimpin upacara langsung di salah satu pulau terluar Indonesia, Senin (30/11/2020).

Sebagai pedoman dalam mengemban tugas dan fungsi KORPRI ke depan. Olehnya itu, Gubernur menegaskan kepada seluruh anggota KORPRI di Provinsi Maluku beberapa hal-hal penting.

Pertama, anggota KORPRI harus terpanggil untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi sesuai tugas pokok dan fungsinya, dalam penanganan Covid-19 terutama untuk membantu dan melayani masyarakat, dalam menghadapi krisis saat ini.

Ia menuturkan, tugas mulia inilah yang harus saudara-saudara emban, memastikan negara hadir untuk melayani dan mengayomi rakyatnya,” jelasnya.

IMG-20201130-WA0068” Kedua, untuk menjamin pilkada berjalan secara aman, berkualitas, demokratis dan akuntabel, seluruh anggota KORPRI harus menjaga integritas dan netralitas, serta tidak terjebak dengan praktek politik praktis yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena pada akhirnya, akan merugikan diri, baik sebagai anggota KORPRI, maupun ASN,” imbaunya.

Saudara-saudara, tuturnya, juga dapat mengiplementasikan fungsi KORPRI, sebagai perekat dan pemersatu bangsa yang bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Jaga martabat dan kehormatan sebagai anggota KORPRI, dengan menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam Panca Prasetya KORPRI.

Ketiga, tegas Mantan Dankor Brimob Polri ini, memasuki revolusi industri jilid 4 dengan tantangan kompetisi dan perubahan dunia yang sangat cepat, seluruh anggota KORPRI harus mampu menghadapi persaingan dengan cara dan terobosan baru.

” Kuncinya adalah kecepatan, kreatifitas dan inovasi. Para anggota KORPRI harus berani mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi dan meninggalkan pola pikir lama. Anggota KORPRI sebagai birokrasi, harus berubah dan dapat membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, serta cepat beradaptasi dengan perubahan,” ungkapnya.

Gubernur mengaku bangga bisa menghadiri upacara HUT KORPRI ke-49 di salah satu wilayah perbatasan Kabupaten MBD. Kehadirannya itu merupakan salah satu dari agenda kunjungan kerjanya di MBD.

“Saya merasa bangga bisa melaksanakan upacara KORPRI kali ini di salah satu daerah perbatasan bersama-sama dengan ASN di kabupaten ini. Semoga dapat memberikan kesan dan motivasi bagi saudara-saudara sekalian untuk semakin meningkatkan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara,” katanya.

Menurut Gubernur, HUT KORPRI yang diperingati setiap tanggal 29 November itu, menjadi momentum refleksi terhadap kinerja yang telah dicapai, sekaligus untuk menjaga dan meningkatkan solidaritas, serta soliditas anggota Korps Pegawai Republik Indonesia.

Meskipun peringatan HUT tahun ini dilaksanakan dalam suasana pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan krisis kesehatan dan ekonomi, bahkan berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Di sisi lain, peringatan HUT KORPRI tahun ini juga kita laksanakan pada momentum agenda politik pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah secara serentak pada 270 daerah di Indonesia, termasuk pula di Maluku yaitu di Kabupaten MBD, Seram Bagian Timur, Buru Selatan dan Kepulauan Aru,” jelasnya.

Bertolak dari situasi dan kondisi yang dihadapi bangsa saat ini, lanjut Gubernur, peringatan kali ini mengambil tema, “KORPRI Berkontribusi, Melayani dan Mempersatukan Bangsa”.

Tema HUT KORPRI tahun ini menurutnya, bermaksud menunjukkan jati diri, hakikat, fungsi dan tujuan kehadiran organisasi KORPRI yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 tahun 1971 tentang Korps Pegawai Republik Indonesia.

Berlokasi di Lapangan Kalwedo, Tiakur, Pulau Moa, Gubernur memimpin upacara bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten itu. Sebagai kabupaten kepulauan, wilayah terdiri dari 48 buah pulau (baik pulau kecil maupun besar) termasuk didalamnya tujuh buah pulau terluar yang berada di kawasan perbatasan Negara. (humasmaluku_ulin)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com