Maluku

Bupati: Warga Malra Harus Merasa Memiliki Kota Langgur

received_376453683641197

MALRA,MALUKU – Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun menyatakan, memasuki Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kota Langgur, harus dijadikan memontum bagi masyarakat untuk menanamkan rasa memiliki.

” Warga Maluku Tenggara harus merasa memiliki akan Kota Langgur. Artinya, kita semua bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara kebersihan, menjaga keberlangsungan aset-aset yang dibangun, serta memelihara kerukunan dan ketertiban,” tutur Bupati, dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Malra, dalam rangka memperingati HUT ke-9 Kota Langgur, Kamis (08/10/2020).

Bupati menuturkan, Langgur adalah Ibu Kota Kabupaten Malra yang terletak di Kecamatan Kei Kecil.

Bupati mengatakan, warga Langgur patut bersyukur karena pada usia ke-9 kota ini, telah tumbuh dan berkembang, baik dari aspek pembangunan fisik maupun dari aspek pembangunan manusianya.

Ke depan, kata dia, Langgur akan tumbuh dan semakin berkembang menjadi kota yang ramah, maju, mandiri, layak huni serta memberi kenyamanan kepada seluruh warganya dalam beraktivitas.

” Oleh karena itu, setiap komponen masyarakat harus berkontribusi positif, guna mewujudkan kondisi ideal Kota Langgur, sesuai fungsi dan perannya yakni, Ibu Kota Kabupaten Maluku Tenggara,” ujarnya.

Diakuinya, Kota Langgur sama halnya dengan kota lain yang diperhadapkan dengan permasalahan sosial yang timbul, selain karena rendahnya tata kelola dan kualitas, juga dipengaruhi oleh rendahnya kapasitas pembangunan fisik, yang turut dipengaruhi oleh rendahnya kualitas penataan ruang.

” Tata kelola yang tidak optimal, mendorong terjadinya kesenjangan dan perpecahan,” ungkapnya.

Di lain sisi, dijelaskan lebih lanjut, penataan ruang yang buruk, baik pada masa lalu maupun di masa kini, mengakibatkan timbulnya pemukiman kumuh, yang bersama dengan variabel lainnya, menyebabkan timbulnya masalah sosial dan kriminalitas.

Maka, bupati menuturkan, arah kebijakan pemda untuk pengembangan Kota Langgur ke depan yakni, upaya penanganan titik-titik kawasan yang sesuai kriterianya, dikategorikan sebagai kawasan kumuh, meliputi penyediaan fasilitas dan utilitas kawasan, penataan serta perbaikan sarana dan prasarana.

Lalu, sebutnya lagi, peningkatan kapasitas ruang publik, pengembangan ruang terbuka hijau dan pohon peneduh, serta penguatan tata kelola layanan kebersihan dan persampahan.

Pengembangan Kota Langgur ke depan, sambungnya, tentu bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemda karena segala rencana dan gagasan yang dikemukakan, hanya akan terwujud jika ada sinergi antar elemen dan pelaku pembangunan.

Ia menambahkan, pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini, kedisiplinan dan kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan, menjadi sangat strategis dalam upaya mencegah penyebaran virus tersebut.

” Kedewasaan warga ditunjukkan melalui kedisiplinan penerapan protokol kesehatan harus terus ditingkatkan di kota ini. Langgur sebagai barometer pembangunan di Maluku Tenggara harus menjadi pelopor, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Warga Kota Langgur harus menjadi contoh dan teladan, dalam penerapan adaptasi kebiasaan baru,” ucap bupati. (Jufri)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com