Berita Parlemen

Semangat HUT Maluku Harus Dijiwai Oleh Penyelenggara Pemerintah di Daerah

117822231_2356833327958808_5930730389509982539_n
ALI KOLATLENA - ANGGOTA DPRD MALUKU DARI FRAKSI PARTAI GERINDRA

AMBON,MALUKU – Kembali menanggapi tentang makna HUT ke-75 tahun Maluku, Ali Kolatlena Anggota DPRD Maluku dari Fraksi Gerindra mengatakan, semangat ulang tahun Maluku harus dijiwai oleh penyelenggara pemerintahan di daerah. Ini disampaikan Ali, usai dirinya bersama Anggota Legislatif lainnya mengikuti Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-75 tahun Provinsi Maluku, Rabu (19/08/2020) di Balai Rakyat yang terletak di Karang Panjang, Ambon.

“ Semangat hari ulang tahun itu, harus dijiwai oleh penyelnggara pemerintahan di daerah. Sehingga, lebih bergairah lagi dalam memenuhi tugas-tugasnya melayani masyarakat tanpa perbedaan. Kalau bicara Maluku kan bicara 11 kabupaten/kota, di dapil Saya Seram Bagian Timur  juga masih ada masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah provinsi,”tuturnya.

Menurutnya, hari ulang tahun provinsi yang ke-75 hanya selang 2 hari dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menilai, kita merdeka punya tujuan. Provinsi terbentuk juga punya tujuan. Bagaimana distribusi pembangunan, pelayanan kepada masyarakat  di seluruh wilayah Indonesia khusus di provinsi Maluku itu, bisa dilaksanakan dengan baik.

“ 75 tahun berjalan hari ini kan, kita bisa melihat realitas yang ada. Betul pemerintahan di daerah sangat serius dan berusaha untuk mengurai sedikit demi sedikit permasalahan pembangunan di Maluku. Tetapi, realitas yang ada di depan mata seperti yang kita saksikan, di berbagai macam kesempatan dan terutama di Seram Bagian Timur. Kita lihat saja, ada kebutuhan-kebutuhan dasar dan kebutuhan vital masyarakat yang belum terrpenuhi  secara baik. Ada disparitas pembangunan yang masih menganga,”bebernya.

Ali yang terpilih dari dapil Kabupaten Seram Bagian Timur ini mengungkapkan, kita bisa lihat saja di beberapa kesempatan di video, dokumentasi dan lain-lain. Anak sekolah bertarung nyawa hanya untuk mau sampai ke sekolah karena tidak ada akses jalan dan  jembatan. Selain itu, masih ada masyarakat kita di SBT belum menikmati air bersih, masih mengandalkan air hujan yang turun dari langit sebagai anugerah Tuhan.

“ Tetapi, intervensi pemerintah dalam hal bagaimana memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar itu belum terlihat.  Akses kesehatan juga begitu sulit, transportasi, baik transportasi laut maupun darat masih begitu sulit. Saya kira ini harus diresapi,” tandasnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com