Kota Ambon

Pemkot Ambon Dukung Penuh Program Sub Penyalur BBM

IMG-20200825-WA0030

AMBON,MALUKU – Senada dengan pemerintah provinsi Maluku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon pun, mendukung penuh program Sub Penyalur dan Penyalur Mini BBM (Bahan Bakar Minyak) .

Hal ini diungkapkan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan oleh Sekretaris Kota (Sekkot), A.G.Latuheru, pada kegiatan Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur dan Penyalur Mini BBM, Selasa (25/08/2020), di salah 1 hotel di Kota Ambon.

Walikota katakan dalam sambutan tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab bersama, dalam rangka memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat di Ambon dan Maluku, atas nama pemerintah kota Ambon, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 22 tahun 2021, tentang minyak dan gas bumi menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, yang merupakan komoditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak, di seluruh wilayah Indonesia.

” Oleh sebab itu, semua program dan kebijakan BPH Migas sebagai lembaga negara yang mengatur dan menjamin ketersediaan BBM, akan selalu di dukung dan dilaksanakan Pemerintah Kota Ambon,” kutip Sekkot.

A.G.Latuheru - Sekretaris Kota Ambon

A.G.Latuheru – Sekretaris Kota Ambon

Dijelaskan lebih lanjut, Ambon sebagai ibukota provinsi dan sekaligus pusat pemerintahan, tentunya memiliki keunggulan dari segi fasilitas dan infrastruktur, dibanding kabupaten lain di Maluku. Dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar, distribusi BBM dapat dilaksanakan tanpa ada kendala berarti, selama stok masih tercukupi.

” Hal ini berbanding terbalik dengan kabupaten lain di Maluku, yang wilayahnya lebih luas, dimana, terdapat banyak kendala dalam pendistribusian BBM. Kebutuhan BBM di Ambon, dapat terpenuhi dengan baik dimana penyaluran ditangani oleh tujuh stasiun pengisian bahan bakar minyak SPBU reguler, yang melayani kebutuhan setiap hari,” bebernya.

Sekkot menuturkan, di masa pandemi Covid-19, untuk menekan tingkat penyebaran virus, pemkot melakukan kebijakan, mulai dari pembatasan kegiatan masyarakat hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun PSBB transisi. Di mana, jam operasional SPBU dibatasi mulai pukul 05.30 WIT hingga pukul 20.00 WIT.

” Hal ini tidak membuat masyarakat mengalami kendala atau kesulitan mendapatkan BBM karena, stok masih tercukupi,” ujarnya.

Dengan kegiatan hari ini, tuturnya, diharapkan tujuan untuk terlaksananya BBM satu harga dapat tercapai, dipahami dan dilaksanakan semua pihak, sesuai tupoksi dan kewenangan masing-masing.

Tambahnya, Pemkot siap mendukung dan melaksanakan program kebijakan pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM dan BPH Migas sehingga, apa yang menjadi cita-cita bersama yakni BBM 1 harga di seluruh wilayah tanah air, dapat tercapai dan dinikmati seluruh masyarakat.

” Satu dua hari, kita akan berkoordinasi dengan Pertamina di Ambon. Kita sudah pernah menyurat karena, kita dapat bagi hasil . Dari provinsi kita terima saja l, tanpa tahu perhitungan besar kecilnya. Minggu depan, kami akan menyurat sehingga kami tahu pendistribusian dan penggunaan di Ambon berapa banyak. Saya juga tidak tahu, bagi hasil yang Ambon terima, sama dengan yang diterima kabupaten lain atau tidak,” tandasnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com