Maluku Tenggara

VICON Dengan Menko PMK,Bupati Malra Simak Upaya Penanganan Covid-19

FB_IMG_1594156817936
Bupati Malra M. Thaher Hanubun Ikuti Vicon dengan Menko PMK

Maluku,Malra– Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menghadiri Video Conference (Vicon) untuk mengetahui Upaya Penanganan Covid-19 di Provinsi Maluku Antara Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Menteri Kesehatan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III serta Gubernur Maluku beserta staf dan Bupati/Walikota Se-Provinsi Maluku, yang berlangsung di Ruang kerja Bupati, Senin, (6/7/2020).

Gubernur Maluku, Drs. Murad Ismail kepada Menko PMK dan rombongan pada Vicon menyampaikan, jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Maluku sebanyak 794 orang dengan rincian yaitu 400 orang dalam perawatan, sembuh 377 orang, meninggal 17 orang. Pasien yang meninggal 90% tidak bergejala.

FB_IMG_1594156830483

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh Gugus Tugas Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk menekan angka penularan dan mempercepat waktu kesembuhan pasien dengan capaian sebagai berikut Positif Rate Provinsi Maluku adalah 24,4% dan Positif Rate Nasional adalah 12%. Angka kesembuhan Prov. Maluku adalah 47,5% dan kesembuhan Nasional 45,4%, angka kematian Prov. Maluku 2,1%, angka kematian Nasional 4,9%.

Untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang terdampak diberikan bantuan berupa sembako bagi 49.270 KK senilai Rp. 200.000 per KK per bulan.

“Ini kalau kita padatkan selama 9 bulan tapi karena kita padatkan kasih Rp. 600.000,- hanya 3 bulan serta untuk mahasiswa sebanyak 6.505 orang di sepuluh Perguruan Tinggi dan juga menyediakan Kartu Pra Kerja Tahap I untuk 1.973 orang akibat PHK dan dirumahkan. Kamipun selalu menjaga ketersediaan, terjangkaunya dan pendistribusian bahan pokok untuk masyarakat beberapa bulan kedepan,” Ujarnya.

Tambah Gubernur, beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu terbatasnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan sehingga beberapa Hotel/Diklat dijadikan tempat sebagai RS lapangan. Bagi pasien yang bergejala ringan dan sedang yang hingga saat ini sudah merawat pasien lebih banyak dari pada pasien yang berada di RS RS. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 184 orang. Dan untuk mengatasi masalah ini, disiapkan 5 Hotel agar setelah turun tugas dia ditempatkan di Hotel agar keluarga di rumah tidak ikut terpapar. Pemeriksaan Swab dengan menggunakan DCR Test masih dipusatkan di Kota Ambon yaitu di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan baru saja dimulai pemeriksaan di Balai Pom dengan kemampuan mengeluarkan hasil pemeriksaan masing-masing 100-120 spesimen setiap hari. Beberapa Kabupaten/Kota yang telah memiliki alat tes cepat molekuler namun belum bisa melakukan tes cepat karena belum memiliki Bio Septi Cabinet (BSC)

Menurutnya, untuk menuju Tatanan, Adaptasi, Kebiasaan Kehidupan Baru, maka fasilitas dan tenaga kesehatan perlu diperkuat. Untuk itu, Beliau minta dukungan pemerintah pusat melalui Bapak Menko, Bantuan Alat Bio Septi Cabinet (BSC) serta PCR Test dan Analisisnya yang akan ditempatkan pada beberapa Kabupaten/Kota wilayah Maluku.
Gubernur menambahkan,pihaknya juga mengalami kendala dengan regulasi yang tidak mengakomodir pengajuan klaim ke Kemenkes terhadap pembiayaan perawatan pasien di RS Lapangan yaitu Balai Diklat dan Hotel. Untuk itu, dimintakan kebijakan atas regulasi tersebut.

FB_IMG_1594156817936

Menanggapi Presentasi Gubernur Maluku, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Efendy menjelaskan, strategi Pemerintah didalam penanganan Covid-19 ini adalah yang disebut strategi Tri Sula Penanganan Covid-19 yakni,Jaring Pengaman Sosial, Darurat Sosial Kemasyarakatan, Darurat Kesehatan, Darurat Ekonomi.

Menurutnya, Jaring Pengaman Sosial banyak sekali, dengan adanya Refocussing. Beliau minta dipahami dengan adanya pendataan yang tidak sempurna, masih banyak masalah di lapangan seperti mereka yang tidak berhak, namun menerima bantuàn dan sebaliknya dan juga ada orang yang mendadak miskin karena ada bantuan. Oleh karena itu, Menko Muhadjir Efendy minta untuk memperbaiki data mulai dari RT/RW setempat.

Beliau membenarkan bahwa Bencana Non Alam ini tidak diatur dalam UU. Istilah New Normal juga tidak ada dalam Covid-19. Ini datang dari Seorang Penulis Amerika yang menulis tentang Gejala Ekonomi ketika menghadapi masa-masa sulit dalam situasi ekonomi yang tidak stabil untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

“kita terlalu lama mengalami degradasi dalam ekonomi, akan sangat sulit ketika kita bangkit maka butuh waktu untuk pemulihan,” pesan Menko PMK.

Muhadjir Efendy memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan masyarakat karena sangat memperhatikan Situasi New Normal. Beliau berpesan, harus jaga masing-masing kondisi wilayahnya, jangan dari zona hijau atau kuning langsung jadi zona merah. Beliau optimis, kerja keras dan kesungguhan masing-masing Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Maluku dapat memperbaiki dan menjadikan kondisi tersebut menjadi lebih baik.

Turut hadir mendampingi Bupati Maluku Tenggara, Kapolres Maluku Tenggara, Dandim 1503, Danlanud Dumatubun Langgur, Danlanal Tual, Sektetaris Daerah, Kadis Kesehatan dan Kepala BPBD. (IN-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com