Kesehatan

Bertambah, 15 OTG Positif Korona di Maluku Tenggara

IMG-20200713-WA0084

MALRA,MALUKU – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), kembali merilis data dan informasi terbaru. Juru bicara Tim Gugus Tugas, dr. Katrinje Notanubun menyatakan, terdapat penambahan 15 kasus positif Covid-19 (korona) di Malra, menjadi 19 kasus. Dari 19 kasus tersebut, 4 kasus diantaranya berasal dari Kota Tual.

“ Sesuai Surat Dinas Kesehatan Propinsi Maluku, Nomor : 443.32/5028/Dinkes, perihal penyampaian hasil Laboratorium Covid-19, menyebutkan bahwa dari 18 sampel yang dikirim 9 Juli 2020 dan hasilnya Senin (13/07/2020), untuk Kabupaten Malra hasil terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 kasus, tidak terkonfirmasi (negatif) 1 orang, dan 2 bersifat (inconklusife ). Dengan demikian, untuk Kabupaten Malra sampai Senin ini yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 19 orang (kasus),”ujar dr Ketty Notanubun saat jumpa pers di Langgur, Senin (13/07/2020).

Dari 18 orang yang dilakukan pemeriksaan, bebernya, 15 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil swab. Olehnya itu, hingga hari ini total pasien terkonfirmasi positif korona di Malra, tercatat sebanyak 19 orang.

” Dari 19 pasien terkonfirmasi positif tersebut, 18 orang diantaranya Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ungkap Notanubun.

Kepala Dinas Kesehatan Malra yang akrab disapa dr Ketty ini menuturkan, saat ini pasien yang sementara menjalani perawatan di RSU 5 orang. 4 diantaranya, terkonfirmasi Covid-19 pada tanggal 6 Juli 2020 dan 1 pasien PDP. Sementara, terhadap 15 pasien baru yang dinyatakan positif, 4 orang diantaranya berdomisili di Kota Tual. Sedangkan, 11 pasien lainnya adalah warga berdomisili di Maluku Tenggara.

“ Empat warga kota Tual tersebut, 3 adalah OTG positif Covid-19 dan 1 PDP. Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Gustu Kota Tual untuk dikembalikan ke Kota Tual karena penetapan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di 1 daerah, berdasarkan domisili pasien yang bersangkutan,” pungkasnya.

Ia menegaskan, 15 pasien akan dihubungi dan dijemput untuk dilakukan isolasi di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun Langgur.

Imbaunya, warga tetap lebih waspada terhadap kasus Covid-19 yang kini telah ada di wilayah Kepulauan Kei. Meski begitu, warga tidak boleh panik atas informasi yang diterima. Selain itu, tambahnya, dengan adanya kasus ini maka warga sudah harus lebih taat menjalani protokol kesehatan.

“ Yang bisa menjaga kita adalah kita sendiri. Mari kita jaga diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita dengan wajib mengikuti protokol kesehatan,” pintanya.(IN-09)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com