Maluku

Wagub : Nilai Pancasila Ada di Dalam Nilai Adat

IMG-20200611-WA0109
Barnabas Nataniel Orno - Wakil Gubernur Maluku

AMBON,MALUKU – Tampil sebagai pembicara, Wakil Gubernur (Wagub) Maluku  Barnabas N. Orno mengungkapkan, nilai-nilai Pancasila ada di dalam nilai-nilai adat. Bahkan, Presiden Soekarno pernah menyampaikan, filosofi Pancasila diambil dari kristalisasi nilai budaya di Indonesia.

” Masyarakat Maluku harus bersyukur, jauh sebelum Pancasila lahir, Maluku telah memiliki nilai Pancasila. Sebab, tiap-tiap negeri telah memiliki adatnya masing-masing, sebelum NKRI merdeka,” ungkap Wagub, pada materi yang dibawakan dalam Webinar, melalui aplikasi ZOOM yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku, Ambon, Kamis (11/06/2020).

IMG-20200611-WA0105

Wagub menegaskan, indikatornya adalah menjaga kearifan lokal menjadi kekuatan nasional, demi keutuhan NKRI.

” Saya harus katakan, bahasa daerah tidak boleh dilupakan. Bahasa lokal di kawasan tenggara pada umumnya, Aru, masih terjaga. Sedangkan wilayah Ambon, bahasa lokalnya sudah perlahan punah,” bebernya.

Dalam webinar yang digelar dengan tema “Memaknai Pancasila dalam Bingkai Pela Gandong sebagai Kekuatan Nasional”, Wagub juga mencontohkan, implementasi Pela Gandong yang pernah dilakukan dirinya saat berkunjung ke Negeri Tamilouw dan Sepa, Kabupaten Maluku Tengah, berapa waktu lalu.

Negeri ini merupakan dari negeri-negeri adat pesisir Seram Selatan. Disana, dirinya sempat mengucap kalimat sapaan persaudaraan penduduk setempat. “Ami Ata Hia-Hia, Ami Aya Hoi-Hoi. Inamu Sei, Anamu Sei, Mese”.

“Coba lihat siapa yang datang. Mese itu sapaan kearifan adat. Kalau kita bilang Mese, semua pasti bersatu. Suka tidak suka. Senang tidak senang,” ujarnya.

Saat itu, lanjut dia, sebagian masyarakat adat menilai, dirinya bukanlah asli pribumi namun sempat berucap semua bersaudara di tanah Seram. Bahkan bagi dia, jika tahu sedikit tentang kearifan lokal tertentu, maka anda atau siapapun tidak akan mengalami kesulitan.

Wagub menilai, andai kearifan lokal ini tidak diceritakan secara rutin, maka generasi berikutnya akan kehilangan budayanya sendiri.

” Saya berkunjung ke kecamatan-kecamatan saat menjabat Bupati MBD, disambut dengan tarian adat yang diperagakan penari berusia atas. Saya tegaskan, stop. Ganti penari dengan yang muda-muda (pelajar),” sambung Wagub.

IMG-20200611-WA0103

Sekedar tahu, Selain Wagub Maluku menjadi pembicara, webinar ini juga menampilkan pembicara lainnya seperti Ketua Ikatan Cendekiawan Maluku Prof. Dr. Mus Huliselan, Ketua Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Unpatti Ambon Dr.R.H. Nendissa SH MH.

Kemudian, Direktur Program Streightening Legal Education Of Eastem Indonesia Faculty Of Law Pattimura University Dr. R.V. Rugebregt, SH, MH.

Untuk kata sambutan, disampaikan Ketua Umum DPP GPM Drs. Heri Satmoko MH. Sementara Moderator yang memegang penuh jalannya seminar adalah, Ketua DPD GPM Maluku Kapitan Kelibai M,Pd. (humasmaluku)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com