Berita Parlemen

Mosi Tidak Percaya, Ridwan Marasabessy Merusak Kantor DPD Golkar Maluku

IMG_20200602_212859

AMBON,MALUKU – Sebagai aksi mosi tidak percaya, Ridwan Marasabessy, kader DPD Golkar Maluku merusak Kantor DPD yang berada di kawasan Karang Panjang, Kota Ambon.

Aksi tersebut, Ridwan gunakan palu pecahkan kaca jendela depan kantor, palang pintu dan jendela gunakan kayu, Selasa (02/06/2020).

” Saya melakukan itu karena Saya merasa, partai ini punya semua kader. Bukan cuma Ramli Umasugi yang terpilih. Rekrutmen yang dia lakukan, itu sudah menyalahi ketentuan aturan, secara internal Golkar. Orang-orang yang kemarin caleg di partai-partai dan sudah 2,3 kali pindah partai, semua masuk. Saya lakukan ini, bukan karena Saya mau masuk pengurus karena rasa cinta Saya terhadap partai. Silahkan saja, dia melakukan memproses Saya, mau ke DPP kah, mau ke polisi, kah. Silahkan dan kita bertarung. Silahkan, Saya siap dengan segala macam konsekuensi,” ungkap Ridwan, Selasa malam kepada INTIM NEWS, melalui sambungan telepon selular.

IMG_20200602_212926

Ridwan mengakui, kami sudah konfirmasi dengan DPP, Pak Hamzah Sangadji bilang, keputusan itu beliau tidak dilibatkan. Pak Hamzah tidak tahu. Sedangkan, kepengurusan di Pak Ramli ini, rencananya rekonsiliasi.

” Bukan cuma Saya sendiri yang tidak masuk, Temi, Haeruddin, Richard Rahakbauw dan banyak lagi.
Memangnya, ini Ramli yang punya partai yang seenaknya dia ambil orang kiri kanan? Partai ini ke depan tanggung jawab kita bersama. Makanya, Saya lakukan mosi tidak percaya, Saya pecahkan kaca kantor. Karena kantor itu, Saya juga punya, bukan Saya pecahkan kantor partai lain. Saya pecahkan kaca kantor Golkar,” tandasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon, Ronny Sianressy sebagai salah 1 tim hukum DPD Golkar Maluku, sesalkan perbuatan teman sesama kadernya. Apapun yang terjadi, itu perbuatan pidana.

Menurutnya, Ia sudah koordinasi dengan Ketua DPD, Ramli Umasugi dan diminta koordinasi dengan Theodore Soulissa, selaku Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD, untuk mengambil langkah hukum.

” Kami sesalkan tindakan yang dilakukan oleh kader se senior Pak Ridwan. Kantor itu salahnya dimana? Sehingga melakukan tindakan pengrusakan dan penyegelan seperti itu? Persoalannya, andai kata tidak setuju, terhadap kepengurusan yang ada, ada ruang organisasi yang dilakukan. Kenapa melakukan pengrusakan seperti itu? Kami tindak lanjut, bukan cuma instruksi Ketua DPD tetapi, hasil koordinasi kita dengan seluruh pengurus harian dan atas persetujuan Ketua DPD,” ucapnya.

Pengurus hari ini, bebernya, adalah hasil keputusan dari formatur yang di berikan mandat dari Musda kemarin, sehingga andai kata kita tidak terakomodir, biasa dalam dunia politik.

Ronny-Sianressy

” Tetapi, Saya menduga, kita akan mencari motifnya, kenapa dilakukan itu. Karena, Saya yakin dan percaya sungguh, itu bukan dilakukan secara spontanitas, atas kekecewaan. Dalam prosesnya baru kita tahu apa motifnya, apa yang melatarbelakangi. Kami yakin itu bukan perbuatan spontanitas. Dugaan Saya, ada beberapa oknum yang merupakan gerbong mereka yang kemarin. Bukan kita membenci tetapi ini harus memberikan sebuah pendidikan dan politik yang benar, bahwa negara ini negara hukum. Kalau anda tidak senang, silahkan anda lakukan . Kantor itu tidak salah, ” jelasnya.

Imbau Ronny, kami berharap, seluruh pengurus DPD Golkar provinsi Maluku, hasil musda kemarin yang telah ada SK pengesahan oleh Ketua Umum untuk tetap bersabar, tidak terpancing dengan tindakan-tindakan yang dilakukan dan kami minta, diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk proses sesuai hukum yang berlaku.

Disinggung, pembentukan pengurus tidak ada koordinasi dengan DPP, dirinya katakan, kalau itu terjadi, ada mekanisme organisasinya.

” Saya yakin Pak Ridwan tahu . Pada prinsipnya, tidak boleh lakukan pengrusakan dan itu perbuatan yang tidak bisa ditolerir. Karena Kantor DPD Golkar tidak salah. Ini menunjukan tingkat kematangan politik kita sebagai politisi . Saya sangat heran, sehingga Saya ingin mencari apa motif dari perbuatan itu. Saya yakin, ada yang menyuruh melakukan, membantu dan turut serta melakukan, sehingga kita cari motifnya,” ujarnya.
(IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com