Maluku

Komponen MBD Kritisi Pernyataan Wagub Maluku

IMG-20200603-WA0054

AMBON,MALUKU – Pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Nataniel Orno, pada salah satu media online terkait ungkapan isi hatinya ketika dirinya mengambil sikap diam dimasa pandemi Covid-19 melanda negeri rempah- rempah hingga masyarakat bertanya-tanya apa yang terjadi, dikritisi Komponen Maluku Barat Daya (MBD) karena mereka merasa sepenanggungan dengan apa yang dirasakan mantan Bupati MBD ini.

Menurut Koordinator Persatuan Anak Muda ( PAM ) MBD, Hervi Laimeheriwa kepada awak media, mengatakan, kalaupun lika- liku, pahit manis dan getar-getir ini ada yang tahu dan bisa dikisahkan dalam sinetron, pasti masuk nominasi terbaik. Karena mungkin sinetronnya menegangkan, dari awal dan akhirnya pun ngeri-ngeri sedap.

Akuinya, masyarakat MBD sudah ihklas dan berikan kepercayaan penuh secara jasmani dan rohani kepada Pak Orno saat Pemilihan Gubernur, lalu. Terbukti, masyarakat MBD memberikan dukungan penuh saat pemilihan. Pasalnya, ketika pemerintahan sedang berjalan dan ada dinamika, itu hal biasa.

” Kalau dinamika terjadi itu wajar dan biasa. Terpulang ke Pak Wagub. Kalau terbawa perasaan, itu yang repot. Namanya juga politik. Bisa saja ini masuk kategori hukum tabur tuai. Artinya, siapa menabur baik pasti tuai pun baik. Siapa menabur bencana pasti menuai badai, ujarnya.

Sementara, tokoh muda MBD, Fredi Moses Ulemlem mengatakan, apa yang dirasakan Wagub saat ini, tergantung amal dan perbuatannya sebelum menjabat orang penting di Provinsi Maluku.

Dirinya menilai, selama Pak Abas panggilan akrab Wagub, menjabat Wakil Bupati MTB hingga Bupati MBD dua periode, apa yang ia lakukan akan terjawab saat menjabat Wagub Maluku.

” Dunia ini tak selebar daun kelor. Terkait pepatah usang ini, mari kita terjemahkan dan memaknai masing- masing. Saya memang sangat prihatin dengan apa yang dirasakan Pak wagub saat ini, tetapi apalah daya tangan tak sampai. Itu mungkin sudah suratan takdir. Politisi kaliber sekelas Pak Abas, pasti mampu hadapi masalah,” tandasnya.

Lanjut tokoh muda yang lagi melintang di dunia Advokat itu, Wagub Maluku harus bersikap ksatria.Persoalan kecil seperti ini, jangan diperbesar- besarkan di media karena akan menambah masalah.

Tipe watak orang MBD, jelasnya, itu kuat. Tidak baperan, curhat dan manja. Apalagi ini dalam dunia politik, harus punya banyak ilmu taktis dan mental baja.

” Kalau saja jarum jam bisa diputar kembali, Saya memilih suruh Pak Abas untuk tetap jaga MBD saja.
Jika ke depan, Wagub punya niat untuk maju sebagai calon gubernur maka sebaiknya tidak lagi. Karena mental Pak Wagub, dinilai belum bisa,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Marthinus Kerlely menuturkan, seperti kata Firman, siapa yang ditinggikan akan direndahkan. Dan siapa yang direndahkan akan ditinggikan Tuhan. Hidup ini ibarat roda, kadang diatas kadang dibawah. Jadi, jika Pak Abas merasa ibaratnya pelengkap sempurnanya sandiwara , harus juga mensyukuri.

Kerlely berpesan, secara politik dari sisi kultur, Wagub harus mampu merangkul semua kekuatan masyarakat, yang berdomisili di MBD dan sekitarnya karena, akan menjadi kekuatan. Tetapi saat ini, Wagub tidak mempunyai kekuatan itu lagi. Bisa saja, ini yang dianggap kurang berpengaruh bagi pihak lain, dalam dunia persilatan politik.

” Faktor tersebut, Saya menduga, sikap Wagub saat ini yang tidak netral di MBD, membuat sosok mantan bupati itu dimata masyarakat MBD, menjadi turun drastis. Semoga, ini bukan akhir dari kisah-kasihnya Pak Abas, dalam dunia politik,” ujar Kerlely,selaku Praktisi Hukum ini. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com