Kesehatan

1 ODP Meninggal Terkonfirmasi Positif Covid 19, Gustu Maluku Tracking Keluarga di SBB

20200511_192625

AMBON,MALUKU – 1 Orang Dalam Pemantauan (ODP) berinisial DAS, sudah meninggal tanggal 7 Mei 2020 dan dimakamkan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Kendati demikian, hasil swab yang bersangkutan baru diketahui dari Jakarta, tanggal 10 Mei 2020, positif Covid-19.

Hal ini diungkapkan Meykal Pontoh, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas (Gustu) Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Senin (11/05/2020), kepada sejumlah wartawan dalam keterangan pers nya di Kantor Gubernur Maluku.

Gerak cepat dan kerja ekstra, Meykal yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku ini katakan, Gugus Tugas Maluku lakukan tracking terhadap keluarga, tenaga medis dan orang-orang yang terlibat dalam proses pemakaman pasien.

” Karena pada saat itu hasil belum ada, apa yang disampaikan Pak Sekda tadi, dibawa pulang ke SBB untuk dilakukan pemakaman. Ini akan ada kerja ekstra dari petugas kesehatan karena harus dilakukan tracking, setelah diketahui hasilnya datang tanggal 10 kemarin. Mulai sekarang, dilakukan tracking buat keluarganya karena yang bersangkutan ini adalah positif Covid. Semua dilakukan tracking, perawat, yang terlibat pemakamamnya. Mudah-mudahan Orang Tanpa Gejala (OTG) karena kasusnya memang berat, waktu masuk sudah dengan kerusakan ginjal, hati dan bengkak,” bebernya.

Akuinya, selama ini tidak diinformasikan karena yang bersangkutan itu, masuk bukan dengan gejala-gejala Covid-19. Tetapi dia masuk dengan gejala komplikasi penyakit. Sehingga, yang menonjol itu adalah penyakit utamanya.

” DHS masuk rumah sakit tanggal 22 April. Diperiksa RDT negatif, sehingga tidak terlapor karena dirawat dengan penyakit komplikasi, salah 1 penyakitnya, gagal ginjal,” ungkapnya. Meykal menyebutkan, dalam perjalanannya pasien tersebut meninggal tanggal 7 Mei. Tetapi sebelum meninggal, sempat dikonsultasikan ke bagian paru karena timbul sesak napas. Dan, pada waktu ditanyakan, ternyata yang bersangkutan suaminya pernah ke Jakarta 1 bulan lalu.

” Maka, dilakukan swab. Hasil swabnya itu, datang tanggal 10. Ternyata positif tetapi pasiennya sudah meninggal. Maka terlapor sebagai orang yang meninggal. Kalau mau cari di data PDP tidak ada, karena dia tidak terlapor sebagai PDP tetapi terlapor sebagai ODP,” jelasnya.

Disinggung Gustu Maluku kecolongan, Meykal menerangkan, bisa iya bisa tidak. Menurutnya, para dokter sudah melakukan sesuai protap.

” Kalau mau dibilang kecolongan juga, bisa iya bisa tidak. Karena sebenarnya dokter-dokter itu sudah melakukan sebagaimana protap yang ada di rumah sakit. Hanya kecolongan hasilnya yang terlambat dari Jakarta karena hasilnya 5 hari kemudian diketahui positif, ” tandasnya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com