Internasional

Pontoh : Keakuratan Rapid Test 80 Persen, Bisa Positif Palsu Atau Negatif Palsu

IMG_20200404_192834

AMBON,MALUKU – Di tes gunakan rapid test, pasien berjenis kelamin perempuan berusia 74 tahun dinyatakan positif Covid-19. Namun, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh, keakuratan rapid test 80 persen.

” Tingkat keakuratan Rapid Test tersebut, hanya 80 persen. Bisa positif palsu atau negatif palsu. Kalau pemeriksaan spesimen di Labkes, keakuratannya mencapai lebih dari 92 persen,” tegasnya di Ambon, Sabtu (04/04/2020).

Sementara itu, Kasrul Selang selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas Provinsi Maluku menerangkan, pasien ini
diketahui tiba dari Makassar pada 14 Maret 2020. Yang bersangkutan merupakan warga Kota Ambon dan hanya lakukan perjalanan ke Makassar.

Namun, bebernya, setelah tiba di Ambon, pasien tersebut mengeluh lemas-lemas dan tidak menunjukan gejala umum covid-19.

Olehnya itu, sebut Kasrul yang juga jabat Sekretaris Daerah Maluku ini, karena yang bersangkutan tetap merasa lemas serta tidak ada perubahan, pada tanggal 30 Maret, dokter menyarankan agar dilakukan test menggunakan rapid test.

” Hasilnya reaktif, aktif,” akuinya, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, di hari yang sama.

Kendati demikian, jelasnya, secara medik hasil rapid test harus menunggu hasil spesimen yang dikeluarkan Labkes DKI Jakarta.

“ Hasil test itu harus dikonfirmasi dengan PCR. Sejauh ini pasien tersebut diberlakukan sebagaimana pasien positif, sambil menunggu hasil sampel,” katanya. (IN06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com